Rabu, 10/08/2022 15:19 WIB
Beijing, Jurnas.com - Kasus pelecehan seksual yang dilakukan pembawa acara televisi negara, Zhu Jun, kembali ke pengadilan pada Rabu (10/8), setelah putusan sebelumnya memberikan pukulan bagi gerakan #MeToo di negara itu.
Korban atas nama Zhou Xiaoxuan mengajukan gugatan pada 2018 lalu. Dia menuduh Zhu Jun secara paksa mencium dan merabanya selama magang pada ahun 2014 silam.
Kasus Zhou menginspirasi banyak orang berbagi pengalaman mereka tentang kekerasan seksual di depan umum, dan memicu badai media sosial. Namun, pengadilan tahun lalu memutuskan bahwa tidak ada cukup bukti untuk mendukung tuduhannya. Zhou mengajukan banding, dan kembali ke pengadilan untuk sidang lain hari ini di Beijing.
"Saya masih merasa sedikit takut dan sedih. Proses persidangan pertama adalah cedera sekunder yang dalam," kata Zhou dikutip dari AFP.
Wanita di China Lempar Uang Setara Rp2,5 Miliar dari Balkon Apartemen
China Anggap Wajar Aktivitas Militer dekat Perairan Taiwan
Bertemu Dubes China, Mendes Dorong Kerja Sama Pengentasan Daerah Tertinggal
Polisi menutup trotoar yang panjang di luar Pengadilan Rakyat Menengah No. 1 Beijing sebelum kedatangannya. Petugas juga mencatat rincian orang yang lewat.
Zhou mengatakan bahwa tim hukumnya akan fokus untuk mendapatkan lebih banyak bukti, seperti transkrip polisi dari wawancara dengan orang tuanya setelah dia melaporkan insiden tersebut, yang tidak masuk dalam persidangan sebelumnya. Mereka juga meminta akses ke rekaman video pengawasan.
"Empat tahun telah berlalu, dan yang paling penting adalah bahwa kami telah mengajukan pertanyaan ini. Ketika seorang wanita mengalami pelecehan seksual di ruang tertutup, apakah rasa sakitnya layak untuk diperhatikan?" kata Zhou kepada para pendukungnya.
"Mungkin tidak ada jawaban hari ini, tetapi yang paling penting adalah kami mengajukan pertanyaan ini di sini," imbuh dia.
Zhou, juga dikenal dengan nama samaran Xianzi, awalnya menuntut permintaan maaf publik dari Zhu dan ganti rugi 50.000 yuan (US$7.400). Sidang pertamanya pada Desember 2020 menarik kerumunan besar dan kehadiran polisi di Beijing.
"Proses untuk kasus saya benar-benar terlalu sulit. Saya khawatir korban lain takut membela hak mereka setelah melihat apa yang saya alami," terang Zhou.
Keyword : MeToo Kasus Pelecehan Seksual China Pengadilan