Kamis, 04/08/2022 01:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Sejumlah kader PPP yang tergabung dalam Front Kader Penyelamat Partai (FKPP) menggelar aksi dan doa bersama di depan Gedung DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/8).
Ketua Majelis Pertimbangan PPP Jakarta Selatan, Muchbari mengatakan aksi ini sebagai munajad agar PPP bisa selamat menjelang Pemilu Serentak 2024 di tengah berbagai isu miring pada Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.
“Kami bermunjat kepada Allah, semoga PPP diselamatkan. Salah satu caranya agar PPP selamat yaitu Suharso harus turun,” ujar Muchbari, di depan Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (03/07).
Muchbari mengaku prihatin dengan banyaknya kasus yang menyangkut Suharso. Mulai dari dugaan gratifikasi hingga dugaan kekerasan gender.
PGRI Desak Pemerintah Buka CPNS Guru dan Setop Skema PPPK
Menteri PPPA: Kasus Pelecehan Seksual di UI Rendahkan Martabat Perempuan!
Perlindungan Anak Down Syndrome Butuh Kerja Sama Lintas Sektor
“Karena menurut kami, Suharso ini sudah tidak layak memimpin partai. Dari kepribadiannya pun, tidak layak menjadi pimpinan partai Islam,” tegasnya.
Muchbari berharap agar internal partai bisa segera menentukan sikap agar PPP bisa terus maju. Namun, Muchbari menegaskan juga akan terus menuntut Suharso untuk mundur dari jabatan walaupun diadakan musyawarah bersama.
“Kami mau ada tabayyun langsung bersama Suharso, bagaimana langkah PPP supaya maju. Tapi seperti yang sudah kami tegaskan, walaupun tabayyun tuntutannya tetap sama Suharso harus mundur,” tutupnya.
Sebelumnya, rentetan aksi juga dilakukan oleh mahasiswa yang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan gratifikasi Suharso.
Selain itu, Suharso baru-baru ini juga dilaporkan oleh Gerakan Perempuan Milenial untuk Keadilan (GPMK) ke Komnas Perempuan, terkait dugaan pelanggaran perilaku serta perbuatan yang merendahkan harkat dan martabat perempuan yang dilakukan secara berulang.
Keyword : Pemilu 2024 PPP FKPP Suharso Monoarfa