Jum'at, 08/07/2022 23:36 WIB
Tokyo, Jurnas.com - Aparat kepolisian Jepang menggerebek rumah pria yang diduga menggunakan senjata api rakitan, untuk membunuh mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. Abe tewas setelah terkena dua tembakan di tubuhnya.
Dikutip dari NBC News pada Jumat (8/7), polisi menyita sejumlah senjata api yang tampaknya buatan sendiri. Pemiliknya ialah Tetsuya Yamagishi (41), pelaku yang menembak Abe saat sedang berpidato di Kota Nara.
Media lokal merekam video dan foto senjata berukuran besar, yang menurut keteranga polisi, digunakan untuk membunuh Abe. Mereka membenarkan bahwa senjata api itu terdiri dari dua tong logam yang dipasang pada papan kayu dan panjangnya lebih dari satu kaki.
"Kami sedang melakukan forensik, tetapi jelas itu terlihat buatan sendiri," kata seorang kepala polisi Nara dalam konferensi pers.
Jepang Siap Lepas Cadangan Minyak Tambahan untuk 20 Hari
Iran Izinkan Kapal Tanker Malaysia Lintasi Selat Hormuz
Dinas Rahasia AS Tembak Mati Penyusup di Kompleks Trump
Polisi mengatakan sejumlah senjata juga ditemukan di kediaman Yamagishi dan mirip dengan senjata api yang digunakan untuk menembak Abe. Polisi belum mengetahui apakah tersangka memiliki izin untuk senjata-senjata tersebut.
Penembakan Abe yang berujung kematian pemimpin terlama Jepang itu, mengejutkan publik karena Jepang merupakan negara di mana kekerasan senjata sangat jarang terjadi.
Berpenduduk sekitar 125,8 juta orang, Jepang memiliki salah satu undang-undang senjata paling ketat di dunia. Hanya ada 10 penembakan pada tahun 2021, di mana satu orang tewas dan empat orang terluka, menurut laporan Badan Kepolisian Nasional. Mayoritas penembakan terkait dengan kejahatan terorganisir Jepang.
Sementara itu, Yamagishi ditangkap di tempat kejadian dan sedang diselidiki atas pembunuhan. Dia mengakui serangan itu, dan mengaku menyimpan dendam terhadap kelompok yang dia yakini terkait dengan Abe.
Keyword : Shinzo Abe PM Jepang Penembakan Perdana Menteri