Putin Tuding AS Biang Kerok Krisis Pangan Global

Sabtu, 25/06/2022 14:15 WIB

JAKARTA, Jurnas.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan tindakan militer negaranya di Ukraina tidak bertanggung jawab atas krisis pangan global. Ia mengklaim bahwa Barat mencegah ekspor gandum Rusia.

"Pasar makanan tidak seimbang dalam cara yang paling serius," kata Putin, berbicara pada pertemuan puncak virtual "BRICS Plus" yang mempertemukan para pemimpin 17 negara, termasuk China, India, Brasil, dan Afrika Selatan.

Putin menuduh negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat (AS), mengganggu produksi pertanian global dengan pembatasan pengiriman pupuk dari Rusia dan Belarusia. Barat juga membuat sulit Moskow untuk mengekspor gandum.

"Kenaikan harga bahan pokok pertanian, seperti biji-bijian, telah memukul negara-negara berkembang yang paling sulit, pasar berkembang di mana roti dan tepung merupakan sarana yang diperlukan untuk bertahan hidup bagi sebagian besar penduduk," kata Putin.

Ia juga mengecam histeria seputar gandum yang telah tertahan di pelabuhan Ukraina sejak dimulainya tindakan militer Rusia. Puting mengatakan histeria tersebut tidak menyelesaikan masalah apa pun di pasar gandum global.

Putin mengatakan Rusia adalah aktor yang bertanggung jawab di pasar makanan global dan siap untuk secara jujur memenuhi semua kewajiban kontraknya.

Jutaan ton gandum dan biji-bijian lainnya saat ini tertahan di pelabuhan Ukraina, baik yang diblokade atau diduduki oleh pasukan Rusia, dan kapal menghadapi bahaya ranjau yang diletakkan di Laut Hitam.

Jumat juga menandai empat bulan sejak Rusia mengirim puluhan ribu tentara melintasi perbatasan, memicu konflik yang telah menewaskan ribuan pejuang dan warga sipil, mencabut jutaan orang, dan melihat kota-kota diledakkan oleh artileri dan serangan udara Rusia.

Washington dan Brussels telah memukul Moskow dengan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang telah mendorong Putin untuk mencari pasar baru dan memperkuat hubungan dengan negara-negara di Afrika dan Asia.

Sumber: Aljazeera

TERKINI
Ilmuwan Kini Bisa "Mengedit" Sirkuit Otak untuk Meningkatkan Daya Ingat Studi: Kesepian Bisa Ganggu Daya Ingat, tapi Tidak Sebabkan Demensia Mendes Puji Jaga Desa, Lindungi Kades dari Oknum Ganggu Pembangunan Desa Australia-Jepang Teken Kesepakatan Kapal Perang Senilai Rp119 Triliun