Kamis, 16/06/2022 13:40 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Dr Anthony Fauci, pejabat kesehatan masyarakat yang menjadi wajah upaya pemerintah Amerika Serikat (AS) menahan pandemi COVID-19, dinyatakan positif COVID-19.
Hal tersebut disampaikan Institut Kesehatan Nasional (NIH) dalam sebuah pernyataan pada Rabu (15/6) waktu setempat.
NIH mengatakan, kepala penasihat medis untuk Presiden Joe Biden itu hanya mengalami gejala ringan dan tidak melakukan kontak dekat dengan Biden baru-baru ini.
Menurut NIH, Fauci telah divaksinasi penuh dan telah menerima dua booster. Saat ini pria yang berusia 81 tahun itu akan melakukan isolasi mandiri dan bekerja dari rumah untuk sementara waktu.
Kemenlu Palestina Desak Gencatan Senjata Secara Menyeluruh
Trump: Satu-satunya yang Memutuskan Gencatan Senjata Adalah Saya
10 Poin Tuntutan Iran ke Amerika Serikat untuk Akhiri Konflik
Direktur lama Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Fauci menjadi tokoh populer dan tepercaya selama pandemi ketika ia bertugas di gugus tugas virus corona Gedung Putih di bawah presiden Donald Trump.
Ia kemudian mendapat kecaman dari mantan presiden dan beberapa sekutu Partai Republik ketika Fauci memperingatkan agar tidak membuka kembali ekonomi AS terlalu cepat, dan difitnah oleh mereka yang menentang vaksin COVID-19 dan mandat penutup.
Trump menjadi semakin kritis terhadap pejabat kesehatan pemerintah dan bimbingan mereka ketika peningkatan infeksi mengancam pelonggaran pembatasan penutupan di seluruh negeri pada bulan-bulan sebelum pemilihan presiden November 2020, yang ia kalahkan dari Biden.
Sumber: Reuters