AS Segera Kirim Bantuan Militer ke Ukraina Senilai Rp 10,7 Triliun

Rabu, 13/04/2022 11:53 WIB

WASHINGTON, Jurnas.com - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden diperkirakan akan mengumumkan segera bantuan untuk Ukraina pada Rabu (13/4). Bantuan militer tersebut senilai US$750 juta sekitar Rp 10,7 triliun untuk perang melawan pasukan Rusia.

Peralatan tersebut akan didanai menggunakan Presidential Drawdown Authority (PDA), di mana presiden dapat mengotorisasi transfer artikel dan layanan dari saham AS tanpa persetujuan kongres dalam menanggapi keadaan darurat.

Dikutip dari Reuters, salah satu pejabat mengatakan penentuan akhir masih dibuat tentang campuran peralatan.

Seorang pembantu senior kongres mengatakan peralatan yang akan diumumkan kemungkinan akan mencakup sistem artileri darat berat ke Ukraina, termasuk howitzer.

Pejabat Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Gedung Putih mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya telah memberikan lebih dari US$ 1,7 miliar bantuan keamanan ke Ukraina sejak invasi 24 Februari ke Ukraina yang disebut Rusia sebagai "operasi militer khusus".

Pembantu kongres mengatakan beberapa anggota parlemen telah diberitahu dalam 24 jam terakhir tentang pengumuman yang akan datang, yang diharapkan dalam 24 hingga 48 jam ke depan.

Pengiriman senjata termasuk rudal anti-pesawat Stinger dan anti-tank Javelin, serta amunisi dan pelindung tubuh.

Para pemimpin AS dan Eropa ditekan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk menyediakan senjata dan peralatan yang lebih berat untuk menghadapi Rusia di wilayah timur Ukraina, di mana Rusia diperkirakan akan meningkatkan upaya militernya.

Raytheon Technologies dan Lockheed Martin Corp bersama-sama memproduksi Javelins, sementara Raytheon membuat Stingers. Pembuat senjata top lainnya adalah Boeing Co, Northrop Grumman, General Dynamics dan L3Harris Technologies.

Secara terpisah, Pentagon akan menjamu para pemimpin dari delapan produsen senjata AS pada Rabu untuk membahas kapasitas industri untuk memenuhi kebutuhan senjata Ukraina jika perang dengan Rusia berlangsung bertahun-tahun.

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya