Ketua DPD Usul Pemberdayaan Ekonomi Desa Dipercepat untuk Tekan Kemiskinan

Senin, 14/03/2022 08:42 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai pemberdayaan ekonomi desa merupakan kunci untuk menekan angka kemiskinan.

Menurut dia, saat ini upaya pengentasan kemiskinan terhadap masyarakat perkotaan dan perdesaan belum terlihat signifikan.

"Sejumlah program pemerintah seperti PKH, bantuan sosial serta JKN belum mampu membuat masyarakat miskin mandiri dan keluar dari kemiskinannya," jelas LaNyalla dalam keterangan resmi, Senin (14/3).

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, terdapat persepsi yang keliru terkait dengan bantuan pemerintah yang bersifat jejaring pengaman sosial. Pola pikir masyarakat penerima manfaat umumnya belum berubah.

"Misalnya keluarga penerima PKH. Ketika anaknya tidak ada lagi yang bersekolah dan dialihkan kepada keluarga lain, ia merasa tetap kesulitan secara ekonomi karena sudah tidak menerima bantuan sosial lagi," jelasnya.

LaNyalla menilai pemerintah perlu memikirkan langkah dan program yang lebih fokus pada pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi pedesaan.

Sehingga nantinya, secara perlahan bantuan sosial langsung dikurangi dan dihentikan jika mereka sudah mampu mandiri dengan usaha keluarganya.

"Program dapat difokuskan melalui dana desa. Apalagi sekarang sudah ada BUMDes. Jadi perlu dioptimalkan, sehingga angka kemiskinan dapat terus ditekan setiap tahunnya," paparnya.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu juga meminta BUMDes diberikan pendampingan agar dapat mengarahkan program pengentasan kemiskinan dengan tepat sasaran berbasis potensi yang dimiliki oleh masyarakat desa tersebut.

"Potensi yang dimiliki dapat dikembangkan dan diberdayakan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat," katanya.

 

TERKINI
Bunda, Ini 7 Bahaya Balita Terlalu Lama Terpapar Gawai Guru Ingatkan Dampak Layar Digital pada Cara Siswa Belajar dan Berpikir Netanyahu Perintahkan Militer Balas Pelanggaran Gencatan Senjata Hizbullah New York Terancam Banjir Ekstrem, 4,4 Juta Warga Berisiko Terdampak