DPR Optimis Industri Penerbangan Bangkit Pasca Penghapusan Antigen dan PCR

Selasa, 08/03/2022 18:14 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Kalangan dewan yakin industri penerbangan tanah air akan bangkit kembali dengan cepat menyusul kebijakan pemerintah meniadakan tes antigen maupun PCR bagi pelaku perjalanan yang sudah divaksin dua kali.

Menurut Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti, industri penerbangan selama pandemi Covid-19 menjadi sektor usaha yang sangat tertekan lantaran adanya pembatasan mobilitas masyarakat, hingga syarat perjalanan seperti PCR maupun antigen.

"Dihapuskannya syarat PCR atau antigen bagi masyarakat sudah vaksin dua kali, pastinya membawa angin segar ke maskapai, industri penerbangan akan cepat bangkit," katanya dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (8/2).

Politikus Gerindra ini yakin, pelaku perjalanan domestik yang menggunakan pesawat ke depan akan mengalami peningkatan dari sebelum-sebelumnya.

"Dulu kita tahu tes PCR itu sampai perlu biaya jutaan rupiah dan kini hanya sekitar Rp 285 ribu. Dan itu memberatkan bagi para calon penumpang, karena menambah biaya pengeluarannya," jelas legislator Dapil Banyumas-Cilacap, Jawa Tengah ini.

Kendati demikian, Novita mengingatkan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk tetap menerapkan aturan protokol kesehatan (Prokes).

"Protokol kesehatan merupakan kewajiban yang harus dijalankan semua orang. Maskapai juga harus diingatkan agar selalu mensterilkan armadanya," tandasnya.

Sebelumnya, Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut B. Panjaitan menyebutkan, bahwa pelaku perjalanan domestik dengan transportasi darat, laut maupun udara yang sudah melakukan vaksinasi kedua dan lengkap tidak perlu lagi menunjukkan tes antigen dan PCR.

Kebijakan tersebut, kata Luhut, dalam rangka transisi menuju aktivitas normal dan nantinya akan ada SE yang akan diterbitkan oleh Kementerian dan Lembaga terkait dalam waktu dekat.

TERKINI
Bolehkah Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu? Jerman Suntik Dana Tambahan Rp404 Miliar untuk Krisis Sudan Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Intai Pangkalan Militer AS 8 Asia Telah Larang Penggunaan Vape, Indonesia Menyusul?