Rusia Klaim Perangi Nazi di Ukraina, Jerman Sewot

Senin, 07/03/2022 16:04 WIB

Berlin, Jurnas.com - Kedutaan Besar Jerman di Afrika Selatan mengecam klaim Rusia, yang menyebut invasi ke Ukraina dalam rangka memerangi kelompok Nazi yang mulai mengental di negara tersebut.

Jerman juga membalas postingan Kedutaan Besar Rusia di Afrika Selatan di Twitter, yang menyampaikan apresiasi atas surat dukungan dari negara Afrika tersebut.

"Rusia, seperti 80 tahun yang lalu, memerangi Nazisme di Ukraina," kata Kedubes Rusia untuk Afsel dikutip dari Express pada Senin (7/3).

Argumen ini sesuai dengan pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin, bahwa dia bermaksud untuk "mendenazifikasi" Ukraina, ketika menyatakan perang terhadap negara Eropa Timur itu.

"Pelanggan yang terhormat, kami telah menerima banyak sekali surat solidaritas dari orang Afrika Selatan, baik individu, maupun organisasi. Kami menghargai dukungan Anda dan senang Anda memutuskan untuk berdiri bersama kami hari ini, ketika Rusia, seperti 80 tahun yang lalu, memerangi Nazisme di Ukraina!" demikian bunyi pernyataan lengkap Kedubes Rusia.

Afrika Selatan adalah salah satu dari 35 negara yang abstain dalam pemungutan suara Majelis Umum PBB, untuk mengutuk invasi Rusia di Ukraina.

Selama pemungutan suara, 141 dari 193 negara anggota PBB memberikan suara mendukung resolusi tersebut, yang meminta Rusia untuk menarik pasukannya.

Kedutaan Jerman di Afrika Selatan menanggapi posting Rusia di Twitter, dengan pesan yang menyatakan dukungannya untuk rakyat Ukraina.

"Maaf, tapi kami tidak bisa tinggal diam untuk yang satu ini, ini terlalu sinis. Apa yang dilakukan Rusia di Ukraina adalah membantai anak-anak, perempuan dan laki-laki yang tidak bersalah untuk keuntungannya sendiri," ujar Kedubes Jerman.

"Ini jelas bukan `memerangi Nazisme`," tegasnya.

"Memalukan untuk ini. (Sayangnya, kami agak ahli tentang Nazisme)," imbuh dia.

Unggahan ini dibalas oleh akun resmi kedutaan Rusia di Inggris. "Sayangnya, Jerman diam selama delapan tahun ini. Di mana Anda, para ahli?" katanya.

"Yang harus Anda sesali, adalah karena gagal membujuk Ukraina untuk mengimplementasikan Perjanjian Minsk dan duduk untuk negosiasi dengan Donetsk dan Lugansk, seperti yang direncanakan di dalamnya."

Lagi-lagi, akun Rusia menautkan ke postingan sebelumnya, mendukung perang di Ukraina. "Sejak 2014, Pasukan Ukraina telah melakukan peperangan di #Donbass."

TERKINI
Mengintip Peringkat Rupiah di ASEAN usai Dolar Tembus Rp18.000 Arahan Prabowo, Wamenhaj Salurkan Daging Dam Jemaah RI ke Palestina Kementrans Dorong Peningkatan Kualitas SDM Kawasan Transmigrasi di NTT Dolar Tembus Rp18.000, Kaum Menengah ke Bawah Siap-Siap Hadapi Ini!