Kepala Pentagon Bahas Ancaman Korea Utara dengan Jepang dan Korea Selatan

Kamis, 10/02/2022 08:32 WIB

WASHINGTON, Jurnas.com - Pentagon mengatakan, Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin berbicara dengan menteri pertahanan Korea Selatan dan Jepang terkait ancaman yang ditimbulkan Korea Utara setelah serangkaian peluncuran rudal oleh Pyongyang.

Ketegangan internasional meningkat menyusul serangkaian uji coba rudal balistik Korea Utara, tindakan yang telah lama dilarang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Rekor terbanyak terjadi pada Januari 2022. Setidaknya tujuh peluncuran, termasuk tipe baru "rudal hipersonik" yang mampu bermanuver dengan kecepatan tinggi.

Salah satu peluncuran merupakan penembakan pertama sejak 2017 dari rudal balistik jarak menengah Hwasong-12, yang mampu menyerang wilayah AS di Samudra Pasifik.

"Para pemimpin menekankan bahwa peluncuran rudal balistik DPRK (Korea Utara) mengganggu stabilitas keamanan regional dan jelas melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB," kata juru bicara Pentagon John Kirby dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.

Korea Utara pada Selasa (8/2), menegaskan bahwa mereka adalah satu dari hanya segelintir negara di dunia yang memiliki senjata nuklir dan rudal canggih dan juga satu-satunya negara yang menantang AS dengan mengguncang dunia lewat uji coba rudal.

Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan serangkaian uji coba sejak Tahun Baru mewakili pencapaian luar biasa yang memperkuat negara itu dalam menyurutkan nyali musuh untuk memulai perang.

Pernyataan itu juga menyebut Hwasong-15, rudal balistik antarbenua (ICBM) jarak jauh yang pernah diluncurkan oleh Korut, yang belum pernah ditembakkan lagi sejak uji coba pertamanya pada 2017, dan diyakini memiliki jangkauan untuk mengirimkan hulu ledak nuklir ke mana pun di AS.

"Di dunia saat ini, di mana banyak negara membuang waktu berurusan dengan AS dengan sikap tunduk dan kepatuhan buta, hanya negara kami di planet ini yang dapat mengguncang dunia dengan menembakkan rudal yang menjangkau ke daratan AS," kata pernyataan itu.

Kutipan dari laporan rahasia PBB mengatakan bahwa Korea Utara terus mengembangkan program rudal nuklir dan balistiknya selama setahun terakhir dan serangan siber pada pertukaran mata uang kripto merupakan sumber pendapatan penting bagi Pyongyang.

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya