AS Mulai Dag Dig Dug Korea Utara Uji Coba Senjata Nuklir

Senin, 31/01/2022 07:50 WIB

WASHINGTON, Jurnas.com - Amerika Serikat (AS) khawatir uji coba rudal Korea Utara yang meningkat dapat menjadi pendahulu melanjutkan uji coba senjata nuklir dan rudal balistik antarbenua/" style="text-decoration:none;color:red;">rudal balistik antarbenua. Karena itu, AS mendesak Pyongyang bergabung dalam pembicaraan langsung tanpa prasyarat.

Dikutip dari Reuters, Korea Utara melakukan uji coba rudal terbesarnya sejak 2017 pada Minggu (30/1). Uji coba itu diduga menggunakan rudal balistik jarak menengah ke luar angkasa.

 

Seorang pejabat senior pemerintahan Joe Biden ditanya dalam sebuah briefing media apakah Washington khawatir Pyongyang melanjutkan ICBM dan uji coba nuklir.

"Tentu kami khawatir," katanya. "Bukan hanya apa yang mereka lakukan kemarin, ini adalah fakta bahwa ini terjadi menyusul sejumlah tes yang cukup signifikan di bulan ini. Dan itu mengikuti tes pada akhir tahun yang akan kembali ke September, dari berbagai sistem."

"Kami jelas tidak ingin melihat pengujian lebih lanjut dan kami telah meminta DPRK untuk menahan diri dari pengujian lebih lanjut," katanya, merujuk pada Korea Utara dengan inisial nama resminya.

Di bawah Pemerintahan Biden, Washington berulang kali mencari pembicaraan dengan Korea Utara tetapi ditolak. Sebelumnya, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengadakan tiga pertemuan puncak dengan Donald Trump, tetapi pembicaraan itu tak mampu mewujudkan permintaan Kim.

Pejabat itu mengatakan, uji coba terbaru Korea Utara adalah bagian dari pola yang semakin tidak stabil dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan oleh karena itu hukum internasional. "Ini membutuhkan tanggapan," katanya.

"Anda akan melihat kami mengambil beberapa langkah yang dirancang untuk menunjukkan komitmen kami kepada sekutu kami dan pada saat yang sama kami mengulangi seruan kami untuk diplomasi. Kami siap dan kami sangat serius mencoba melakukan diskusi yang membahas masalah kedua sisi," sambungnya.

Pejabat itu tidak merinci sifat tanggapannya.

Meskipun mendesak untuk melakukan dialog, Washington mempertahankan sanksi terhadap Korea Utara dan justru menerapkannya lebih banyak setelah deretan uji coba baru-baru ini dan berusaha untuk mendorong Dewan Keamanan PBB untuk mengikutinya.

Namun, China dan Rusia menunda upaya AS untuk menjatuhkan sanksi PBB pada lima warga Korea Utara yang dituduh Washington membeli barang untuk program senjatanya.

Ditanya apakah AS dapat mengamankan dukungan China dan Rusia untuk sanksi baru, pejabat itu menjawab: "Keyakinan kami adalah bahwa mereka memahami tanggung jawab mereka sebagai anggota Dewan Keamanan untuk memastikan bahwa resolusi Dewan ditegakkan dan Dewan mengambil tanggung jawabnya untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan itu."

Terpisah, Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mengatakan, deretana uji coba rudal Korea Utara baru-baru ini mengingatkan pada ketegangan yang meningkat pada 2017, ketika Korea Utara melakukan beberapa uji coba nuklir dan meluncurkan rudal terbesarnya.

Ia mengatakan peluncuran terbaru membawa Korea Utara selangkah lebih dekat untuk sepenuhnya menghapus moratorium yang diberlakukan sendiri untuk menguji rudal balistik antarbenua/" style="text-decoration:none;color:red;">rudal balistik antarbenua (ICBM) jarak jauhnya, yang belum pernah diuji sejak 2017.

TERKINI
Liam Delap: Chelsea Tak Pantas Kalah dari Manchester United Caicedo: Chesea Belum Menyerah Kejar Tiket Liga Champions Dua Assist Lagi, Bruno Fernandes Akan Ukir Sejarah Baru di Premier League Carrick Puji Mentalitas Pemainnya Usai Menang Lawan Chelsea