Senin, 10/01/2022 05:28 WIB
Nursultan, Jurnas.com - Sedikitnya 164 orang tewas di Kazakhstan selama protes anti-pemerintah yang diwarnai kekerasan, menurut keterangan salah seorang pejabat kesehatan.
Jika angka itu dikonfirmasi, maka ini merupakan kenaikan tajam dari jumlah sebelumnya yaitu 44 kematian.
Dikutip dari BBC pada Senin (10/1), hampir 6.000 orang telah ditangkap, termasuk "sejumlah besar warga negara asing", kata kantor kepresidenan Kazakhstan pada Minggu (9/1) kemarin.
Demonstrasi, yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar, berubah menjadi kerusuhan besar karena menyebar ke seluruh negeri.
Pawai Ribuan Warga Albania Protes Resor Milik Keluarga Trump
Kazakhstan Sepakat Pasok 50 Ribu Ton Bensin ke Rusia
Warga Israel Gelar Unjuk Rasa Anti Pemerintahan Netanyahu di Tel Aviv
Demonstran mulai beraksi pada 2 Januari lalu, menyerukan ketidakpuasan pada pemerintah dan mantan Presiden Nursultan Nazarbayev, yang memimpin Kazakhstan selama tiga dekade dan masih dianggap memiliki pengaruh yang signifikan.
Pekan lalu, pasukan dari negara-negara termasuk Rusia dikirim ke Kazakhstan untuk membantu memulihkan ketertiban.
Pernyataan presiden menambahkan bahwa situasi telah stabil, dengan pasukan melanjutkan operasi "pembersihan" dan menjaga "fasilitas strategis". Sedangkan keadaan darurat dan jam malam nasional tetap diberlakukan.