Selasa, 28/12/2021 18:54 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin acungi jempol langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) bijih nikel menjadi feronikel di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Mukhtarudin menilai, pabrik yang memiliki kapasitas produksi lebih dari 1 juta ton per tahun tersebut sangat memberikan sumbangsih besar bagi negara.
"Saya mengapresiasi, kita Komisi VII DPR tentu dukung ada apresiasi pemerintah untuk melakukan percepatan hilirisasi mineral di tanah air," terang dia dalam keterangan resmi, Selasa, (28/12).
Legislator Dapil Kalimantan Tengah ini berharap, adanya smelter mampu meningkatkan perekonomian, melalui peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja, tidak hanya masyarakat Sultra, namun juga seluruh masyarakat Indonesia.
7 Negara yang Belum Pernah Lolos ke Piala Dunia
Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda
Siapa Saja 13 Tokoh Pendiri PMII? Ini Profil dan Biografi Singkatnya
"Jadi, saya kira BUMN tambang dalam hal ini juga harus gerak cepat, untuk optimalisasi hilirisasi mineral ya, jangan kalah dengan swasta," tegas politisi Golkar ini.
Diketahui, Presiden Joko Widodo dalam peresmian pabrik Smelter bijih nikel di Sulawesi Tenggara, Senin, (17/12), menegaskan bahwa Indonesia akan terus berupaya menghentikan ekspor bahan mentah, dengan menerapkan hilirisasi industri di dalam negeri.
Setelah penghentian ekspor bahan mentah nikel, kata Presiden, Indonesia akan menghentikan ekspor bahan mentah bauksit.
"Hari ini kita melihat segera, akan kita resmikan smelter yang menghasilkan feronikel. Bayangkan, kalau kita hanya ekspornya dengan bahan mentah, Ini akan memberikan nilai tambah yang tidak sedikit dari bijih nikel yang diolah menjadi feronikel. Ini akan memberi nilai tambahnya meningkat 14 kali," kata Presiden Jokowi.