Perseteruan Madrid vs UEFA-PSG Masuk Babak Baru

Rabu, 15/12/2021 13:37 WIB

Madrid, Jurnas.com - Real Madrid kesal bukan main dengan undian babak 16 besar Liga Champions. Awalnya, El Real akan menghadapi wakil Portugal, Benfica. Namun hasil kocok ulang mempertemukan Madrid dengan lawan kuat Paris Saint-Germain (PSG).

Dalam beberapa tahun terakhir, sejak klub Paris naik menjadi salah satu klub olahraga terkaya di planet ini karena dibiayai oleh Qatar, dan terutama sejak tarik ulur Mbappe, muncul persaingan sengit antara PSG dan Madrid.

Tidak hanya itu, UEFA dan PSG diduga bersekongkol dalam aturan Financial Fair Play. Madrid menuding UEFA melonggarkan regulasi tersebut untuk menguntungkan sang raksasa Prancis.

Di sisi lain, dikutip dari Marca pada Rabu (15/12), Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi adalah sekutu melawan Florentino Perez dan rencana Liga Super Eropa-nya. PSG pada saat itu mendukung Real Madrid keluar dari Liga Champions menjelang pertandingan Los Blancos dengan Chelsea.

Setelah beberapa kali saling melempar bola panas di luar lapangan, kini Real Madrid dan Paris Saint-Germain mendapatkan kesempatan untuk bertarung habis-habisan di lapangan.

Kendati demikian, Los Blancos berpendapat bahwa hasil pengundian pertama di mana mereka bertemu Benfica, seharusnya dibiarkan karena dianggap tidak mempengaruhi pengundian seluruhnya.

Di balik itu, Madrid kabarnya geram dengan hasil pengundian. Jajaran pimpinan El Real menyebut pengundian itu kental dengan `skandal` dan `aib`.

TERKINI
Benarkah Menikah dan Buka Usaha di Bulan Safar Dilarang? MUI Jatim Terbitkan Fatwa Vape Haram, Begini Penjelasannya Flu Burung Terdeteksi, Populasi Spesies Langka Terancam Punah Mentrans : Tidak Ada Kemenangan Tanpa Kolaborasi, Begitu Juga Transmigrasi