Australia Ikutan Boikot Diplomatik Olimpiade Musim Dingin Beijing

Rabu, 08/12/2021 07:32 WIB

SYDNEY, Jurnas.com - Australia mengikuti Amerika Serikat (AS) memboikot diplomatik Olimpiade Musim Dingin di Beijing. Keputusan tersebut, dinilai berisiko merusak hubungan bilateral yang sudah pahit.

Awal pekan ini, AS mengatakan, pejabat pemerintahnya akan memboikot Olimpiade Beijing karena kekejaman hak asasi manusia China. Hal itu diumumkan hanya beberapa minggu setelah pertemuan untuk meredakan ketegangan hubungan antara kedua negara adidaya.

Sementara itu, China mengatakan, Negeri Paman akan membayar harga atas keputusannya dan memperingatkan tindakan balasan yang tegas sebagai tanggapan.

Terlepas dari ancaman itu, Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengatakan Canberra akan bergabung dengan boikot diplomatik Olimpiade Musim Dingin berikutnya.

"Oleh karena itu, pejabat pemerintah Australia (akan), tidak akan pergi ke China untuk Olimpiade itu. Namun, atlet Australia akan pergi," kata Morrison kepada wartawan di Sydney, Rabu (8/12).

Morrison mengatakan, keputusan itu dibuat karena perjuangan Australia membuka kembali saluran diplomatik dengan China untuk membahas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan langkah Beijing memperlambat dan memblokir impor barang-barang Australia.

Pejabat pemerintah Australia tidak dapat berbicara dengan rekan-rekan mereka dalam beberapa bulan, dengan komunikasi dilakukan melalui diplomat.

Boikot formal berisiko semakin mempererat hubungan Australia dengan China, mitra dagang terbesarnya, yang memburuk setelah Canberra melarang Huawei Technologies dari jaringan broadband 5G pada 2018 dan menyerukan penyelidikan independen terhadap asal usul COVID-19.

Beijing menanggapi dengan mengenakan tarif pada beberapa komoditas Australia, termasuk batu bara, daging sapi, jelai, dan anggur.

Morrison mengatakan, gangguan perdagangan lebih lanjut akan sepenuhnya dan sama sekali tidak dapat diterima.

Komite Olimpiade Australia mengatakan boikot diplomatik tidak akan berdampak pada 40 atlet Australia yang diperkirakan akan berlaga di Olimpiade Musim Dingin yang dimulai pada Februari 2022. (Reuters)

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya