Gawat! 10 Hutan Paling Dilindungi Berubah Jadi Penyumbang Emisi

Jum'at, 29/10/2021 16:27 WIB

London, Jurnas.com - Sepuluh hutan yang paling dilindungi di dunia berubah menjadi penghasil emisi karbon, karena terdegradasi oleh aktivitas manusia dan perubahan iklim.

Dikutip dari BBC pada Jumat (29/10), kesimpulan ini diperoleh dari studi tentang gas pemanasan planet yang dipancarkan dari dan diserap oleh hutan, yang dipublikasikan di situs Warisan Dunia Unesco.

Terungkap bahwa 10 hutan lindung telah mengeluarkan lebih banyak karbon selama 20 tahun terakhir.

Penelitian yang sama juga mengungkapkan jaringan 257 hutan Warisan Dunia di seluruh dunia, secara kolektif menghilangkan 190 juta ton karbon dari atmosfer setiap tahun.

"Itu hampir setengah dari emisi karbon tahunan Inggris dari bahan bakar fosil," kata Dr Tales Carvalho Resende, dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco), yang ikut menulis laporan tersebut.

"Kami sekarang memiliki gambaran paling rinci hingga saat ini tentang peran penting yang dimainkan hutan (ini) dalam mitigasi perubahan iklim," sambungnya.

Dikatakan, hutan-hutan di seluruh dunia menghadapi tekanan yang berat, termasuk pembalakan liar, perluasan pertanian dan kebakaran hutan, yang kemungkinan besar disebabkan oleh perubahan iklim.

Menggabungkan data yang diturunkan dari satelit dengan informasi pemantauan, para peneliti memperkirakan karbon yang diserap dan dikeluarkan oleh hutan Warisan Dunia antara tahun 2001 dan 2020.

Tetapi selain menghitung miliaran ton karbon yang diserap oleh semua pohon dan vegetasi, penelitian tersebut mengungkapkan seberapa besar tekanan yang dialami beberapa situs ini.

"Tapi mereka masih di bawah tekanan yang signifikan," kata Dr Carvalho Resende.

"Tekanan utama adalah perambahan pertanian, pembalakan liar, tekanan yang disebabkan oleh manusia," imbuh dia.

"Tapi kami juga menemukan ancaman terkait iklim - terutama kebakaran hutan."

Dalam beberapa tahun terakhir, apa yang disebut Unesco sebagai "kebakaran hutan yang belum pernah terjadi sebelumnya", terutama di Siberia, AS, dan Australia, telah menghasilkan puluhan juta ton CO2.

"Ini adalah lingkaran setan. Lebih banyak emisi karbon berarti lebih banyak kebakaran hutan, yang berarti lebih banyak emisi karbon," kata Dr Carvalho Resende. Sementara itu, kebakaran hutan bukan satu-satunya ancaman terkait iklim.

TERKINI
Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah Bolehkah Meminta Kematian Saat Ditimpa Ujian Berat? Ini Hukum Pamer Kekayaan atau Flexing dalam Islam Inilah Ciri-Ciri Mukmin Sejati Menjelang Kematian