Vietnam akan Mulai Terima Lebih Banyak Pelancong yang Divaksinasi Mulai Desember

Rabu, 06/10/2021 20:29 WIB

Hanoi, Jurnas.com - Vietnam berencana mulai Desember membuka kembali tujuan wisata utama bagi pengunjung yang divaksinasi dari negara-negara yang dianggap berisiko rendah COVID-19.

Vietnam memberlakukan kontrol perbatasan yang ketat pada awal pandemi dalam upaya untuk mencegah COVID-19, dengan beberapa keberhasilan awal, tetapi itu merugikan sektor pariwisata yang sedang berkembang, yang biasanya menyumbang sekitar 10 persen dari produk domestik bruto.

Vietnam bulan lalu mengumumkan akan membuka kembali pulau resor Phu Quoc untuk pelancong yang divaksinasi mulai November.

Mulai Desember juga akan memungkinkan wisatawan dari negara-negara yang disetujui untuk mengunjungi situs warisan dunia UNESCO Ha Long Bay dan Hoi An, kota dataran tinggi Dalat dan tujuan pantai Nha Trang.

"Kami hanya buka ketika benar-benar aman," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Rabu (6/10).

"Kami bergerak selangkah demi selangkah, dengan hati-hati tetapi fleksibel untuk beradaptasi dengan situasi pandemi yang sebenarnya," sambungnya.

Langkah ini mengikuti langkah serupa yang diambil oleh negara tetangga Thailand, yang bulan depan akan memperluas lokasi dalam skema percontohan untuk memungkinkan pengunjung yang divaksinasi.

Kedatangan asing ke Vietnam turun menjadi 3,8 juta tahun lalu turun dari 18 juta pada 2019, ketika pendapatan pariwisata mencapai US$31 miliar, setara dengan 12 persen dari PDB.

Negara ini berusaha untuk mempercepat vaksinasi COVID-19, dengan hanya 13 persen dari 98 juta orangnya yang disuntik sejauh ini, salah satu tingkat terendah di Asia.

TERKINI
Prabowo Ingatkan Dapur MBG Tak Boleh jadi Sarana Memperkaya Oknum Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK DPR RI Siap Bahas Revisi UU Pemilu Komisi XI dan Pemerintah Sepakat RUU P2SK Siap Dibawa ke Paripurna