Rabu, 29/09/2021 19:06 WIB
Tunis, Jurnas.com - Presiden Tunisia, Kais Saied, menunjuk Najla Bouden Romdhane sebagai perdana menteri pada Rabu (29/9), hampir dua bulan setelah ia merebut sebagian besar kekuasaan.
Sebagai perdana menteri perempuan pertama Tunisia, Romdhane akan menjabat di tengah krisis demokrasi dan keuangan yang menerpa negara itu saat ini.
Romdhane sebelumnya bertanggung jawab untuk mengimplementasikan proyek-proyek Bank Dunia di kementerian pendidikan, namun dia kurang pengalaman dalam pemerintahan.
Dikutip dari Reuters, Saied mengatakan pengangkatannya menghormati wanita Tunisia, dan memintanya untuk mengusulkan kabinet dalam beberapa jam atau hari mendatang "karena kita telah kehilangan banyak waktu".
Kapal Pengangkut Imigran Tenggelam, 13 Orang Hilang
13 Migran Asal Tunisia Tenggelam saat Berlayar ke Italia
Kalah Lawan Jepang, Pelatih Tunisia: Kami Lemah dalam Bertahan
"Pemerintah baru harus menanggapi tuntutan dan martabat rakyat Tunisia di semua bidang, termasuk kesehatan, transportasi dan pendidikan," tambahnya.
Saied memberhentikan perdana menteri sebelumnya, menangguhkan parlemen, dan mengambil alih kekuasaan eksekutif yang luas pada Juli lalu. Dia berada di bawah tekanan domestik dan internasional yang meningkat untuk membentuk pemerintahan baru.
Pekan lalu, Saied mengesampingkan sebagian besar konstitusi, mengatakan dia bisa memerintah dengan dekrit dan mengendalikan pemerintah sendiri, selama masa darurat yang tidak memiliki titik akhir yang pasti.
Keyword : Najla Romdhane Tunisia Perdana Menteri Perempuan