Sistem Antirudal AS Cegat Lima Roket di Bandara Kabul

Senin, 30/08/2021 16:50 WIB

Kabul, Jurnas.com - Sistem pertahanan antirudal Amerika Serikat (AS) berhasil mencegat lima roket, yang ditembakkan ke bandara Kabul, Afghanistan pada Senin (30/8) pagi.

Serangan ini terjadi ketika AS sedang bergegas menyelesaikan penarikan pasukan dari Afghanistan, sebelum batas waktu berakhir pada Selasa (31/8) besok.

Setelah mengevakuasi sekitar 114.400 orang, termasuk warga negara asing dan warga Afghanistan yang dianggap berisiko, AS dan pasukan sekutu harus segera meninggalkan Kabul.

Sementara itu jumlah AS pasukan di bandara telah turun di bawah 4.000 selama akhir pekan, pasca serangan bom bunuh diri di luar gerbang bandara pada Kamis pekan lalu. Serangan itu menewaskan puluhan warga Afghanistan dan 13 tentara AS.

Dikutip dari Reuters pada Senin (30/8), serangan roket terbaru diluncurkan dari belakang kendaraan. Kantor berita lokal, Pajhwok, mengatakan beberapa roket menghantam berbagai bagian ibu kota Afghanistan.

Laporan awal tidak menunjukkan adanya korban dari pasukan AS, menurut keterangan salah seorang pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim.

Sehari sebelumnya, serangan pesawat tak berawak AS menewaskan seorang bomber bunuh diri, yang menurut pejabat Pentagon telah bersiap untuk menyerang bandara atas nama ISIS-K, afiliasi lokal Negara Islam yang merupakan musuh Barat dan Taliban.

"Kami tahu ada ledakan besar dan kuat berikutnya yang dihasilkan dari penghancuran kendaraan, menunjukkan sejumlah besar bahan peledak di dalamnya yang mungkin menyebabkan korban tambahan," kata pejabat itu.

TERKINI
Hizbullah: Gencatan Senjata Tidak Bisa Sepihak, Janji Balas Serangan Israel Ilmuwan Temukan 600.000 Protein Mikroba Pemakan Plastik di Seluruh Bumi Apa Itu Super El Nino? Ini Prediksi Terbaru dan Dampaknya ke Dunia Negosiator Iran Sebut Pembicaraan dengan AS Tunjukkan Kemajuan