PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Hunian milenial di Depok ini ditawarkan dengan harga yang terjangkau, yakni hunian subsidi dengan FLPP sekitar Rp200 juta, dan nonsubsidi di sekitar Rp300 juta dan Rp500 jut
Kementerian PUPR Kesulitan Kejar Target Backlog Rumah, ini Pasalnya
Bantuan pembiayaan perumahan yang dialokasikan pada tahun depan senilai Rp30,38 triliun untuk 230 ribu unit rumah melalui program FLPP, SBUM, dan Tapera
Hingga Juni 2022, PUPR salurkan FLPP untuk 99.557 unit rumah
Kredit bersubsidi yang kita kenal dengan FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) jumlahnya ditambah untuk tahun ini menjadi 200 ribu unit rumah dan dalam rupiahnya Rp23 triliun
Menurutnya, belum optimalnya pelaksanaan MLT ini karena adanya selisih margin yang rendah serta ketertarikan dari bank untuk menyalurkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang menyasar kepada pekerja/buruh dengan penghasilan rendah.
Total penyaluran FLPP dari tahun 2010 hingga 2 Oktober 2020 telah mencapai Rp53,96 triliun untuk 749.608 unit rumah
Saat ini progres kegiatan FLPP telah mencapai 77.050 unit senilai Rp7,8 triliun
HPeningkatan fasilitas di dalam rumah sangat penting untuk terus ditingkatkan, lantaran rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar setiap orang. Dengan pertumbuhan penduduk yang semakin besar, kebutuhan terhadap rumah pun semakin meningkat.