Rabu, 21/04/2021 03:19 WIB

Pembersihan Etnis Dilakukan di Tigray

Pejabat Ethiopia dan pejuang milisi sedang melakukan operasi pembersihan etnis sistematis di negara bagian Tigray, menurut laporan rahasia pemerintah Amerika Serikat.

Orang Etiopia, yang melarikan diri karena konflik di Tigray, terlihat di Sudan pada 13 Desember 2020 [Mahmoud Hjaj / Anadolu Agency]

Jakarta, Jurnas.com - Pejabat Ethiopia dan pejuang milisi sedang melakukan operasi pembersihan etnis sistematis di negara bagian Tigray, menurut laporan rahasia pemerintah Amerika Serikat.

Dilansir Middleeast, Minggu (28/02), laporan yang diperoleh New York Times mendokumentasikan tanah rumah yang dijarah dan desa-desa terlantar di mana puluhan ribu orang hilang.

Ditulis awal bulan ini, disebutkan bahwa para pejabat dan pejuang dari negara bagian tetangga Amhara memasuki Tigray untuk mendukung Perdana Menteri Abiy Ahmed.

"Mereka dengan sengaja dan efisien menjadikan Tigray Barat homogen secara etnis melalui penggunaan kekerasan dan intimidasi yang terorganisir," kata laporan itu. 

"Seluruh desa rusak parah atau terhapus seluruhnya."

Amnesty International mengatakan dalam sebuah laporan bahwa pasukan Eritrea yang bertempur di Tigray secara sistematis telah membunuh ratusan warga sipil tak bersenjata di kota utara Axum pada 28-29 November 2020.

Pasukan melepaskan tembakan di jalan-jalan dan melakukan penggerebekan dari rumah ke rumah dalam pembantaian yang mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Situasi tersebut dibicarakan oleh Presiden AS Joe Biden dan Presiden Uhuru Kenyatta dari Kenya selama panggilan telepon Kamis.

"Presiden Biden dan Kenyatta membahas krisis kemanusiaan dan hak asasi manusia yang memburuk di wilayah Tigray Ethiopia dan kebutuhan untuk mencegah hilangnya nyawa lebih lanjut dan memastikan akses kemanusiaan," menurut pernyataan Gedung Putih.

Wilayah Tigray telah menjadi tempat pertempuran sejak November ketika Ahmed mengumumkan operasi militer melawan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), yang dia tuduh menyerang kamp-kamp militer federal.

Pasukan pemerintah menguasai ibu kota regional, Mekele, pada akhir November, tetapi TPLF berjanji untuk bertempur dan bentrokan terus berlanjut di negara Tanduk Afrika itu, menghambat upaya pengiriman bantuan kemanusiaan.

TAGS : Pejabat Eithiopia Pembersihan Etnis Wilayah Tigray




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :