Kamis, 22/04/2021 03:12 WIB

Imbas Covid-19, Jumlah Kehilangan Pekerjaan di Kuwait Meningkat Tajam

Jumlah pekerjaan di Kuwait turun 4,2 persen selama 2020, mencatat kehilangan pekerjaan tahunan tertinggi dalam hampir 30 tahun, akibat dampak dari krisis virus korona.

Ilustrasi masyarakat Kuwait (foto: Middleeast Monitor)

Jakarta, Jurnas.com - Jumlah pekerjaan di Kuwait turun 4,2 persen selama 2020, mencatat kehilangan pekerjaan tahunan tertinggi dalam hampir 30 tahun, akibat dampak dari krisis virus korona.

Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Bank Nasional Kuwait (NBK), bank terbesar di negara itu, penurunan tersebut tercermin dari tingkat pertumbuhan aktivitas ketenagakerjaan yang sederhana bagi warga Kuwait dan penurunan tajam pekerjaan yang disediakan untuk ekspatriat.

Laporan itu mengatakan bahwa sektor publik mencatat pertumbuhan 2,7 persen dibandingkan dengan sektor swasta, yang sebagian disebabkan oleh upaya pembatasan di negara tersebut.

Kuwait sedang mengalami salah satu krisis ekonomi terburuk karena dampak virus korona dan penurunan harga minyak global, yang merupakan sumber utama lebih dari 90 persen pendapatan pemerintah.

Laporan itu memantau penurunan populasi 5,2 persen di Kuwait pada tahun 2020, yang merupakan yang tertinggi dalam hampir 30 tahun, karena penurunan luar biasa dalam jumlah ekspatriat, karena sekitar 130.000 orang asing meninggalkan negara itu.

Laporan juga menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga penduduk Kuwait berusia di bawah 15 tahun, yang menyoroti pentingnya mempercepat laju penciptaan lapangan kerja.

Laporan tersebut mengantisipasi kecepatan keberangkatan pekerja asing untuk dipertahankan selama periode mendatang sehubungan dengan perubahan yang diusulkan pada undang-undang kependudukan, berlanjutnya implementasi kebijakan nasionalisasi, dan PHK karena perusahaan terus mengatasi dampak krisis ekonomi.

TAGS : Virus Corona Negara Kuwait Dampak Ekonomi Kehilangan Pekerjaan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :