Rabu, 14/04/2021 21:27 WIB

Selandia Baru Mulai Program Vaksinasi COVID-19

Selandia Baru memperkirakan peluncuran nasionalnya yang mencakup populasi 5 juta penduduk negara itu akan memakan waktu satu tahun penuh, sementara Australia menargetkan untuk menginokulasi 25 juta warganya pada Oktober.

Vaksinasi flu selama kehamilan aman bagi ibu dan anak-anak, sebuah studi baru ditemukan. Foto milik HealthDay News

Auckland, Jurnas.com - Selandia Baru memulai peluncuran resmi vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech pada hari Sabtu (20/2), sementara Australia akan memulai inokulasi pada Senin, fase baru dalam menangani virus yang sebagian besar dipertahankan kedua negara.

Disadur dari Reuters, pejabat setempat mengatakan, sekelompok kecil profesional medis disuntik pada Jumat di Auckland menjelang peluncuran yang lebih luas yang secara resmi dimulai dengan staf perbatasan dan yang disebut pekerja Isolasi dan Karantina Terkelola (MIQ) pada Sabtu.

Di Australia, petugas karantina dan perawatan kesehatan hotel juga akan menjadi kelompok pertama yang diinokulasi di 16 pusat vaksinasi Pfizer di seluruh negeri, bersama lansia Australia di fasilitas perawatan lansia.

"Hari ini, kami memulai program imunisasi terbesar dalam sejarah kami, dengan memvaksinasi yang pertama dari tenaga kerja perbatasan kami, sebuah langkah penting dalam melindungi semua orang di Aotearoa," kata menteri kesehatan Selandia Baru Ashley Bloomfield kepada wartawan di Auckland, menggunakan nama suku Maori asli negara itu. .

"Kami akan menjalani beberapa hari dan minggu pertama ini dengan cara yang terukur untuk memastikan sistem dan proses kami solid."

Selandia Baru memperkirakan peluncuran nasionalnya yang mencakup populasi 5 juta penduduk negara itu akan memakan waktu satu tahun penuh, sementara Australia menargetkan untuk menginokulasi 25 juta warganya pada Oktober.

Tidak ada infeksi COVID-19 baru yang dilaporkan di komunitas kedua negara dalam 24 jam sebelumnya meskipun ada puluhan ribu tes, kata para pejabat.

Kedua negara mengakhiri penguncian lokal minggu ini setelah sebuah cluster muncul dari sebuah hotel karantina di Melbourne dan ketika otoritas Selandia Baru menyelidiki bagaimana strain varian Inggris yang sangat dapat menular ditemukan pada tiga anggota keluarga Auckland.

Kedua negara berada di peringkat 10 teratas secara global dalam indeks kinerja COVID-19 untuk penanganan pandemi yang sukses. Australia mencatat hanya di bawah 29.000 kasus dan 909 kematian, sedangkan Selandia Baru hanya mencatat 26 kematian dari 2.350 kasus.

TAGS : Selandia Baru Vaksinasi COVID-19 Australia Virus Corona




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :