Selasa, 09/03/2021 02:19 WIB

BKKBN Percepat Upaya Penurunan Angka Stunting

BKKBN siap mengerahkan dukungan 13.734 tenaga PKB/PLKB dan 1 juta kader yang tersebar di seluruh desa. 

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo pada Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kemitraan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2021 di Istana Presiden, Jakarta, Kamis 28 Januari 2020. (Foto: Humas BKKBN)

Jakarta, Jurnas.com - Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) siap untuk mengoordinasikan upaya percepatan penurunan stunting ini melalui kerja sama lintas Kementerian/Lembaga, lintas sektor serta lintas pemerintah Pusat dan Daerah.

"BKKBN siap mengerahkan dukungan 13.734 tenaga PKB/PLKB dan 1 juta kader yang tersebar di seluruh desa. Mempertimbangkan dampak pandemi covid-19 serta pemenuhan target penurunan stunting menjadi 14% di tahun 2024," kata Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (28/1).

Pada Rapat Terbatas (Ratas) Program Percepatan Penurunan Stunting, Kepala BKKBN, Hasto mendapatkan mandat dan kepercayaan dari Presiden Joko Widodo untuk menjadi Ketua Pelaksana Program Percepatan Penurunan stunting.

"BKKBN dalam menjalankan tugas Program Percepatan Penurunan Stunting ini akan dibantu oleh sejumlah kementerian yang memiliki penambahan tangan langsung hingga tingkat daerah dan akan segera menyusun langkah konkret, detail, serta terukur," ujar Hasto.

Terkait  Program Bangga Kencana di tahun 2021, Hasto mengatakan, pihakanya menargetkan terjadi penurunan angka kelahiran total menjadi 2,24 per-WUS dan angka kelahiran remaja usia 15-19 tahu menjadi 24 kelahiran per 1000 WUS usia 15-19 tahun

Hasto menambakahkan, pihaknya juga menargetkan peningkatkan prevalensi pemakaian kontrasepsi modern menjadi sebesar 62,16 persen dan menurunkan kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (Unmet Need) menjadi 8,30 persen.

Target lainnya adalah .eningkatkan median usia kawain pertama perempuan menjadi 22 tahun dan meningkatkan Indeks Pembangunan Keluarga menjadi 55.

Menurut data hasil Sensus Penduduk (SP) Tahun 2020, jumlah penduduk Indonesia sampai dengan tahun 2020 sebanyak 270,2 juta jiwa. Sehingga total penduduk Indonesia telah bertambah sebanyak 32,56 juta jiwa dibandingkan hasil SP 2010, dengan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) dalam dekade terakhir sebesar 1,25 %.

Hal ini mengindikasikan bahwa melalui program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), LPP telah berhasil diperlambat bila dibandingkan dengan periode 2000-2010 yang mencapai 1,49 % per tahun.

BKKBN telah merancang bangun inovasi percepatan melalui intervensi hulu yang bertujuan mencegah terlahirnya bayi stunting.

"BKKBN juga telah menyusun lima strategi yaitu, mencegah kelahiran bayi berpotensi stunting, pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), memperkuat basis data intervensi dan monitoring stunting, promosi dan pelembagaan keterlibatan masyarakat, dan Kemitraan penanganan stunting," ujarnya.

TAGS : Hasto Wardoyo Angka Stunting




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :