Sabtu, 06/03/2021 20:48 WIB

Ini Syarat yang Harus Dipenuhi untuk Tembus Pasar Kanada

Produk-produk potensial yang dapat dipenuhi Indonesia antara lain adalah kopi, coklat, lada, vanili, kayu manis dan rempah-rempah lainnya.

Kopi (Foto: Humas Kementan)

Toronto, Kanada –  Konsul Jenderal RI – Toronto, Leonard F. Hutabarat mengatakan, eksportir Indonesia perlu memperhatikan konsep fair trade yang mengedepankan dialog, transparansi dan kesetaraan dengan mitra dagang untuk dapat berhasil menembus pasar Kanada.

Selain itu, eksportir Indonesia juga harus mengedepankan aspek nilai yang sangat diperhatikan negara maju seperti Kanada, misalnya terkait pemberdayaan perempuan, maupun konservasi hewan langka dan hutan tropis.

Dalam keterangannya diterima Jurnas.com, Konjen Leonard mengatakan, lembaga Export Development Canada (EDC) melaporkan bahwa impor produk makanan organik oleh Kanada hingga akhir 2020 mencapai CA$ 7 miliar.

"Indonesia dapat memanfaatkan kenaikan permintaan terhadap produk makanan organik yang setiap tahunnya naik sebesar 8% dan tidak dapat dipenuhi secara domestik," kata Konjen Leonard dalam seminar daring Tantangan dan Prospek Produk UMKM Masuk ke Pasar Kanada, yang diselenggarakan Sahabat Desa SDGs Mandiri baru-baru ini.

Menurut keterangan Konjen Leonard, produk-produk potensial yang dapat dipenuhi Indonesia antara lain adalah kopi, coklat, lada, vanili, kayu manis dan rempah-rempah lainnya.

Akses ke pasar Kanada yang memungkinkan bagi pelaku UMKM Indonesia adalah melalui jalur e-commerce, misalnya melalui Archipelago, sebuah platform market place di bawah Amazon Kanada yang menjual produk-produk Indonesia.

Selain itu, pelaku UMKM Indonesia dapat menjalin kerja sama dengan importir diaspora Indonesia yang telah berpengalaman di Kanada seperti Oey Trading dan La Rissa Food.

Konjen Leonard juga menggarisbawahi, eksportir Indonesia perlu memperhatikan syarat-syarat teknis untuk masuk ke pasar Kanada seperti sertifikasi produk, pangemasan, penggunaan label, ketentuan pembayaran, dan kapasitas produksi.

Mayoritas pelaku usaha Indonesia menganggap Kanada bukan merupakan pasar yang menarik. Selain jarak geografis yang jauh, penduduk Kanada terbilang kecil,yakni kurang dari 40 juta jiwa.

Konjen Leonard mengatakan, belum banyak yang mengetahui bahwa Kanada, khususnya Provinsi Ontario merupakan salah satu hub untuk kawasan perdagangan bebas Amerika Utara dengan kemudahan akses pasar hingga ke Amerika Serikat dan Mexico.

Seminar daring tersebut dimoderatori Ida Hindarsah, Sekretaris Penghubung Desa SDGs Mandiri Provinsi Jawa Barat, serta dihadiri oleh lebih dari 150 peserta dari kalangan pelaku UMKM maupun mahasiswa.

Hadir pula sejumlah narasumberlain seperti Ketua GP Jamu Indonesia, Dwi Ranny Pertiwi dan Ketua Asosiasi PP Batik Indonesia, Komarudin Kudiya. Keduanya menyampaikan paparan masing-masing mengenai potensi ekspor produk jamu dan batik nusantara.

TAGS : Kanada Pasar Makanan Organik Produk Pertanian Rempah Leonard F. Hutabarat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :