Kamis, 04/03/2021 10:32 WIB

Tim LPEM FEB UI Katakan Kebijakan BLT Dana Desa Sudah Tepat

Sehingga dalam evaluasi cepat itu bisa melihat dampak COVID-19 terhadap perekonomian desa, juga dampak dana desa terhadap perkembangan ekonomi.

Ilustrasi Dana Desa

Jakarta, Jurnas.com - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengeluarkan hasil riset terbarunya terkait dengan dampak dana desa. Riset ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan dana desa serta dampaknya terhadap penanganan COVID-19 di tingkat desa.

Hasil riset tersebut dipublikasikan dalam diskusi Desiminasi Hasil Riset dengan tema Melihat Indonesia dari Angkasa: COVID-19, Dana Desa, dan Pemulihan Ekonomi Nasional, secara virtual, Senin (25/1).

Riset ini dilakukan dengan waktu yang cukup singkat, dari November sampai Desember 2020 di Kota dan Kabupaten Bogor.

Teguh Darmanto, Ph. D selaku ketua riset menjelaskan perlunya untuk melakukan rapid assesment terhadap evaluasi dana desa, COVID-19, dan pemulihan ekonomi.

Menurutnya hal itu dilakukan sebagai bentuk mitigasi atau memperbaiki secara cepat. Sehingga dalam evaluasi cepat itu bisa melihat dampak COVID-19 terhadap perekonomian desa, juga dampak dana desa terhadap perkembangan ekonomi.

“Kendala utama yang dihadapi dari rapid evaluation terkait dengan impact evaluation dari sebuah kebijakan itu yang pastinya adalah masalah waktu, dan data,” jelasnya.

Metodologi dalam penelitian ini bukan hanya korelasi tetapi juga kausalitas dengan menggunakan cahaya malam hari (Nightlight), Facebook mobility, Google Mobility Indeks dan data dana desa sebagai inovasi data.

Sementara itu, M. H. Yudhistira, Ph. D yang juga sebagai tim dalam penelitian ini mengatakan, bahwa langkah pemerintah mengeluarkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD), ini merupakan sebuah kebijakan yang menurutnya sangat pas di masa pandemi.

“Jadi kita melihat ada hubungan positif yang artinya bahwa intervensi kebijakan mempengaruhi tingkat cahaya malam secara positif, tapi kita tidak bisa mengatakan itu cukup strong,” ungkapnya.

Selain melakukan penelitian di angkasa, dalam riset ini juga dilakukan penelitian di bumi. Seperti halnya FGD di Bogor dan Banten. FGD itu dilakukan untuk melihat langsung realitas di lapangan.

Dalam FGD-FGD yang sudah dilakukan, pihaknya menemukan hasil yang menunjukkan BLT DD dirasa tepat sasaran dan ditujukan kepada yang terdampak COVID-19 atau miskin temporer. Selain itu, ditemukan juga bahwa dana desa merupakan bantuan yang sangat membantu dan fleksibel dibandingkan dengan bantuan lainnya karena tidak ada by name by address.

Dari data yang sudah digabungkan baik dari angkasa maupun dari bumi, terdapat tiga kesimpulan awal dalam penelitian ini. Yang pertama, terdapat indikasi penurunan aktivitas ekonomi pasca pandemi COVID-19 di kawasan perkotaan. Disisi lain beberapa wilayah pedesaan masih menikmati peningkatan aktivitas ekonomi.

Kedua, hasil estimasi ekonometrika dengan data nasional menunjukkan bahwa sejauh ini dana desa berdampak positif bagi peningkatan aktivitas ekonomi desa.

Yang terakhir, pemberian BLT DD di masa pandemi COVID-19 dari data Kabupaten Bogor menunjukkan indikasi dampak positif terhadap perekonomian Kabupaten Bogor meskipun hasil signifikasi kurang kuat.

TAGS : Kinerja Menteri Desa BLT Dana Desa Riset LPEM FEB UI




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :