Kamis, 04/03/2021 22:10 WIB

Dampak Pandemi, AirAsia Group Sulit Atur Cash Flow

Maskapai penerbangan asal Malaysia ini pada Kamis (211/2021), melaporkan kerugian kuartalan kelima berturut-turut akibat pandemi.

Pesawat AirAsia terlihat diparkir di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2. (Foto: Reuters)

Jurnas.com -  AirAsia Group berencana untuk melakukan private placement untuk mengumpulkan hingga 454,5 juta ringgit ($ 113 juta) guna memenuhi persyaratan arus kas (Cash Flow) jangka pendek perusahaan.

Maskapai penerbangan asal Malaysia ini pada Kamis (21/1/2021), melaporkan kerugian kuartalan kelima berturut-turut akibat pandemi.

AirAsia telah berusaha mengumpulkan 2,5 miliar ringgit dari pinjaman dan investor,” demikian seperti yang dilansir Reuters, Jumat (22/1/2021).

Maskapai ini memerlukan penerbitan hingga 20% dari total saham yang ada, atau 668,4 juta saham, untuk ditempatkan dengan investor pihak ketiga.

Penerbitan dapat dilaksanakan dalam beberapa tahap, dalam waktu enam bulan setelah persetujuan peraturan.

AirAsia mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk penyelesaian lindung nilai bahan bakar, pembayaran sewa dan pemeliharaan pesawat, biaya pengembangan teknologi, biaya ekspansi produk dan pasar, biaya pemasaran dan modal kerja umum.

“Penempatan pribadi yang diusulkan tidak akan sepenuhnya mengatasi masalah keuangan Grup saat ini karena perkiraan pendapatan kotor hingga sekitar 454,51 juta ringgit tidak akan cukup untuk memenuhi persyaratan arus kas jangka panjang,” demikian manajemen AirAsia

AirAsia mengatakan akan terus menjajaki opsi penggalangan dana atau proposal perusahaan lainnya untuk meningkatkan kinerja keuangan grup dalam jangka panjang.

TAGS : AirAsia Kerugian Investor Kinerja Keuangan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :