Minggu, 28/02/2021 01:51 WIB

Mendikbud Minta Tolong Pemda Segera Buka Sekolah Tatap Muka

Nadiem Anwar Makarim meminta pemerintah daerah (pemda) yang siswanya kesulitan menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ), agar segera membuka kembali sekolah tatap muka.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meminta pemerintah daerah (pemda) yang siswanya kesulitan menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ), agar segera membuka kembali sekolah tatap muka.

"Tolong bagi para pemda-pemda di manan sekolahnya paling sulit melakukan PJJ, harap segera mulai dilakukan. Toh, pembukaan tatap muka itu dilakukan dengan protokol kesehatan, dan kapasitas cuma 50 persen," kata Mendikbud di Jakarta pada Jumat (22/1).

"(Sekolah tatap muka) Tidak sama seperti biasanya ya, cuma setengah kapasitasnya. Itu rekomendasi kami dari Kemdikbud," sambung dia.

Menurut Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk menggelar sekolah tatap muka, dengan mempertimbangkan risiko Covid-19 di masing-masing daerah.

Selain izin dari pemerintah daerah, sekolah tatap muka juga harus mendapatkan izin dari kepala sekolah, komite sekolah, hingga orang tua. Karenanya, berdasarkan SKB Empat Menteri ini, orang tua tetap punya kebebasan untuk membolehkan atau melarang anak datang ke sekolah.

"Semua Pemda di level kabupaten dan provinsi punya hak untuk membuka tatap muka sekolah walaupun zonanya di mana pun. Jadi mereka mengambil diskresi mana area-area yang mungkin relatif lebih aman dari sisi Covid-19, tapi juga daerah-daerah yang relatif sangat sulit melaksanakan PJJ," terang dia.

Nadiem menambahkan, khusus daerah 3T yang selama ini kesulitan melakoni PJJ karena keterbatasan infrastruktur internet dan listrik, pemerintah pusat akan mendampingi pemerintah daerah untuk membuka sekolah secara bertahap.

Hal itu dilakukan guna menghindari terjadi learning lost (kehilangan pengalaman belajar), akibat peliknya proses PJJ selama pandemi Covid-19.

"Kita akan dorong untuk membantu memfasilitasi. Tapi learning lost itu adalah suatu hal yang sangat sulit dihindari dalam situasi PJJ," ujar Mendikbud.

"Proses PJJ ini sangat sulit dan menimbulkan banyak sekali skenario situasi yang kurang optimal," imbuh Nadiem.

Nadiem menambahkan, meski PJJ memberikan manfaat yang positif karena kini orang tua dilibatkan dalam proses pembelajaran anak, namun potensi learning lost tidak dapat diukur.

"Harapannya dengan asesmen nasional yang terjadi di bulan September, kita akan punya acuan dan tahun depannya kita akan melihat apakah tren itu menurun atau meningkat," tutup dia.

TAGS : Mendikbud Nadiem Anwar Makarim PJJ Pembelajaran Jarak Jauh




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :