Selasa, 09/03/2021 08:51 WIB

Ledakan Bom di Baghdad Tuai Kecaman Dunia

Kecaman mengalir dari seluruh dunia atas dua bom bunuh diri di ibu kota Irak, Baghdad, yang menewaskan sedikitnya 32 orang dan melukai 110 lainnya.

Pemandangan lokasi ledakan terlihat setelah serangan bom bunuh diri di Al-Tayaran Square di Baghdad, Irak pada tanggal 21 Januari 2021 [Murtadha Al-Sudani - Anadolu Agency]

Jakarta, Jurnas.com - Kecaman mengalir dari seluruh dunia atas ledakan dua bom bunuh diri di ibu kota Irak, Baghdad, yang menewaskan sedikitnya 32 orang dan melukai 110 lainnya.

Dilansir Middleeast, Jumat (22/01), serangan itu mengguncang pasar komersial yang sibuk di Baghdad ketika dua pembom bunuh diri meledakkan bahan peledak yang mereka bawa di dekat Al-Tayaran Square, Kamis (21/01) lalu.

Kedutaan Besar Turki di Baghdad mengutuk keras pemboman yang menegaskan komitmen Turki untuk selalu membantu Irak.

"Saya mengutuk keras kelompok-kelompok tidak manusiawi yang hari ini menunjukkan wajah jelek mereka lagi di Baghdad setelah jangka waktu yang lama," tweet Duta Besar Turki di Baghdad Fatih Yildiz.

Diplomat Turki itu mendoakan para korban dan berharap mereka yang terluka segera sembuh, dengan menegaskan bahwa "Turki, seperti biasa, selalu ada di samping Anda."

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk pemboman itu dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.

"Kami berdiri dalam solidaritas dengan Irak, presiden, pemerintah dan rakyat, sebagai akibat dari aksi teroris keji yang menargetkan orang-orang tak berdosa yang tidak berdaya," kata Abbas.

Kementerian Luar Negeri Yordania mengutuk keras pemboman yang menekankan dukungan untuk Irak dalam menghadapi segala sesuatu yang mengancam keamanannya.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara kementerian, Dhaifallah Al-Fayez, menggambarkan pemboman itu sebagai tindakan teroris pengecut yang bertujuan untuk mengguncang keamanan dan stabilitas serta bertentangan dengan nilai dan prinsip agama dan kemanusiaan.

Kementerian Luar Negeri Qatar juga mengutuk keras pemboman di ibu kota, Baghdad, menegaskan kembali posisi tegas Doha dalam menolak kekerasan dan terorisme, terlepas dari motif dan penyebabnya.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban dan pemerintah serta rakyat Irak, dan berharap yang terluka segera pulih.

Sementara itu, Mesir mengutuk pemboman tersebut, menyatakan belasungkawa dan simpati yang tulus kepada pemerintah Irak yang bersaudara dan rakyatnya atas para korban "tindakan terorisme yang memalukan" ini, dan berharap pemulihan yang cepat bagi yang terluka.

Kementerian Luar Negeri Mesir menegaskan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya "mendukung Irak yang bersaudara dalam upayanya untuk menjaga keamanan dan stabilitas serta menghadapi semua bentuk terorisme dan ekstremisme."

Duta Besar Kanada di Baghdad Ulric Shannon dengan keras mengutuk pemboman itu dengan menggambarkannya sebagai "peristiwa yang menjijikkan".

"Dengan kesedihan yang luar biasa saya menerima berita tentang serangan teroris di wilayah Bab Al Sharqi," katanya. 

"Saya berharap yang terluka cepat sembuh, belas kasihan dan pengampunan untuk para martir."

Koalisi internasional melawan ISIS (Daesh) menyebut serangan Baghdad sebagai contoh lain dari teroris yang membunuh warga Irak dan merugikan mereka yang mencari perdamaian.

Ia menegaskan akan melanjutkan dukungannya kepada pemerintah Irak untuk mencapai keamanan dan stabilitas.

TAGS : Kecaman Dunia Bom Bunuh Diri Kota Baghdad




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :