Senin, 08/03/2021 13:43 WIB

Program 1000 Kampung Hortikultura Tingkatkan Ekspor 2021

Program ini tidak hanya bertujuan untuk menggenjot produksi, tetapi juga termasuk menggerakkan perekonomian desa dan membuka lapangan kerja produktif.

Taman Sains Pertanian Jeruk Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (TSP Balitjestro) di Kota Batu, Jawa Timur. (Foto: Ditjen Hortikultura)

Jakarta, Jurnas.com - Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), Prihasto Setyanto mengtakan, pihaknya memiliki sejumlah strategi peningkatan ekspor terutama buah-buahan tahun 2021, salah satunya melalui program 1.000 Kampung Hortikultura.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk menggenjot produksi, tetapi juga termasuk menggerakkan perekonomian desa dan membuka lapangan kerja produktif.

"Kami punya program untuk pengembangan 1.000 Kampung Hortikultura. Sekarang, kami juga sedang mengidentifikasi kampung-kampung existing dan kami akan register kampung-kampung tersebut," kata Prihasto dalam keteranganya diterima Jurnas.com, Kamis (21/1).

"Selanjutnya, akan diberikan pendampingan dan pembinaan mengenai penerapan good agriculture practice (GAP) dan good handling practice (GHP). Bagi yang sudah siap, kami juga mempersiapkan untuk bantuan serta sarana-prasarana pengolahan dan pascapanen hortikultura," sambungnya.

Menurut Prihasto, kebijakan program 1.000 Kampung Hortikultura ini disusun sesuai mandat Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, yang berkeinginan sektor agraria terus tumbuh sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekalipun di masa pandemi.

Secara teknis, Prihasto menjelaskan, setiap kampung akan mendapatkan bantuan kawasan 10 - 20 hektare, serta bantuan berupa bibit unggul, pupuk serta sarana pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT).

"Harapannya ke depan akan menjadi sentra unggul komoditas hortikultura, baik buah-buahan maupun sayuran yang betul-betul terkonsentrasi," ujar pria yang biasa diasapa Anton itu.

Seperti diketahui kinerja Kementan menunjukkan peningkatan utamanya untuk subsektor hortikultura. Hal ini terlihat dengan naiknya angka ekspor produk hortikultura secara signifikan, yakni sebesar 23,31 persen.

Anggota Komisi IV DPR RI, Abdullah Tuasikal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI dengan jajaran Eselon 1 Kementan, Selasa (19/1) mengatakan, peningkatan ekspor hortikultura tersebut harus disyukuri.

"Patut kita syukuri bahwa ekspor produk hortikultura mengalami peningkatan yang baik di tahun 2020. Angkanya sebesar 23,31 persen dengan total nilai seb esar 430,4 juta US Dollar atau setara dengan Rp 6,25 triliun," katanya dia.

Menurut Abdullah, subsektor hortikultura memiliki keunggulan yang bermanfaat bagi kesejahteraan petani, ekspor dan perekonomian Indonesia.

Karena itu, kata Abdullah,penting bagi Kementan memperhatikan keberlanjutan pasokan produk hortikultura di pasaran serta meningkatkan ekspor. Sekaligus penyelesaian kendala impor dengan melibatkan baik kementerian, lembaga, swasta maupun stakeholder terkait lainnya.

Kebijakan Kementan untuk meningkatkan ekspor komoditas hortikultura juga turut mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Adapun dukungan yang diberikan berupa integrasi produk hortikultura pada platform National Logistic Ecosystem, Fasilitas Kawasan Berikat Hortikultura, Fasilitas KITE Hortikultura dan pengembangan Kemitraan Closed Loop Hortikultura.

TAGS : 1000 Kampung Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto Ditjen Hortikultura




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :