Senin, 08/03/2021 12:51 WIB

Indonesia Diperkirakan Defisit 27,93 Ribu Ton Daging Sapi dan Kerbau

Jumlah stok daging sapi dan kerbau impor per 14 Januari ini ada sekitar 21,98 ribu ton.

Daging sapi segar (Foto: Istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah mengatakan, pemerintah masih akan mengimpor daging sapi dan kerbau untuk menambal defisit dalam negeri.

Menurut Nasrullah, potensi produksi daging sapi dan kerbau dalam negeri di Januari sebanyak 28,79 ribu ton, dengan perkiraan kebutuhan konsumsi kurang lebih sebanyak 56,72 ribu ton. Dengan kata lain, defisit 27,93 ribu ton.

"Kondisi defisit ini akan dipenuhi dari stok daging sapi dan kerbau impor dan sapi bakalan," kata Nasrullah dalam keterangannya diterima Jurnas.com, Kamis (21/1).

Nasrullah mengatakan, jumlah stok daging sapi dan kerbau impor per 14 Januari ini ada sekitar 21,98 ribu ton. Rinciannya terbagi di BUMN sebanyak 15,16 ribu ton dan di pelaku usaha/asosiasi sebanyak 6,83 ribu ton.

Sementara jumlah stok sapi bakalan di kandang per 14 Januari sebanyak 144.279 ekor atau setara daging 32,33 ribu ton. Kemudian pada Februari 2021 nanti direncanakan akan dimulai pengapalan sapi dari sumber negara lain yaitu Meksiko untuk menambah stok sapi bakalan di Indonesia.

"Untuk masalah harga, tetap merupakan kewenangan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Infonya Kemendag sudah melakukan komunikasi dengan para feedloter. Kementan juga sudah mengecek ketersediaan di lapangan dan relative cukup aman sampai dengan kebutuhan lebaran 2021," ujar Nasrullah.

Sebagai informasi, selama ini sumber sapi yang masuk ke Indonesia hanya dari Australia. 

TAGS : Impor Sapi Stok Daging Sapi Nasrullah Harga Daging Sapi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :