Sabtu, 06/03/2021 21:35 WIB

Tenang! Stok Daging Sapi dan Kerbau dalam Negeri Masih Aman

Kemudian pada Februari 2021 nanti direncanakan akan dimulai pengapalan sapi dari sumber negara lain yaitu Meksiko untuk menambah stok sapi bakalan di Indonesia.

Daging sapi segar (Foto: Istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan, stok daging sapi dan kerbau dalam masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Direktur Kesehatan Hewan, Fadjar Sumping Tjatur Rasa menjelaskan, meski kebutuhan daging sapi dan kerbau diperkirakan meningkat menjadi 696.956 ton tahun 2021, namun produksi dalam negeri juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar 425.978 ton.

Selain produksi dalam negeri, masih terdapat carry over daging sapi dan kerbau impor dan sapi bakalan setara daging dari tahun 2020 sebesar 47.836 ton sehingga total stok dalam negeri tahun 2021 sebesar 473.814 ton. Walaupun, masih defisit daging sapi sebesar 223.142 ton.

"Untuk memenuhi defisit tersebut, pemerintah akan melakukan impor sapi bakalan sebanyak 502.000 ekor setara daging 112.503 ton, impor daging sapi sebesar 85.500 ton, serta impor daging sapi Brasil dan daging kerbau India dalam keadaan tertentu sebesar 100.000 ton," ujar Fadjar.

Karena itu, Fadjar memperkirakan stok daging sapi/kerbau di akhir tahun 2021 sebesar 58.725 ton dan juga mampu memenuhi kebutuhan bulan Januari 2022

Menurut Fadjar, tahun 2021 ini sejatinya terjadi penurunan impor setara daging sebesar 13,01% dibandingkan dengan impor tahun 2020. "Kita berharap tren penurunan impor ini terus berlanjut sejalan dengan meningkatnya produksi daging dalam negeri," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal PKH, Nasrullah menyampaikan potensi produksi daging sapi dan kerbau dalam negeri di Januari sebanyak 28,79 ribu ton, dengan kebutuhan konsumsi kurang lebih sebanyak 56,72 ribu ton. Kondisi defisit ini akan dipenuhi dari stok daging sapi dan kerbau impor dan sapi bakalan.

Selanjutnya, ia mengatakan, jumlah stok daging sapi dan kerbau impor per 14 Januari ini ada sekitar 21,98 ribu ton. Rinciannya terbagi di BUMN sebanyak 15,16 ribu ton dan di pelaku usaha/asosiasi sebanyak 6,83 ribu ton.

Sementara jumlah stok sapi bakalan di kandang per 14 Januari sebanyak 144.279 ekor atau setara daging 32,33 ribu ton. Kemudian pada Februari 2021 nanti direncanakan akan dimulai pengapalan sapi dari sumber negara lain yaitu Meksiko untuk menambah stok sapi bakalan di Indonesia.

"Untuk masalah harga, tetap merupakan kewenangan dari Kemendag. Infonya Kemendag sudah melakukan komunikasi dengan para feedloter. Kementan uga sudah mengecek ketersediaan di lapangan dan relative cukup aman sampai dengan kebutuhan lebaran 2021," ujar Nasrullah.
 
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir akan terjadi kekurangan daging sapi dan kerbau di awal tahun lntaran stok daging yang ada cukup untuk kebutuhan masyarakat.

"Jadi kita tidak usah khawatir akan kekurangan. Dan jika kenaikan harga terjadi Kementan siap koordinasi dengan Kemendag untuk mengontrolnya," kata Syahrul.

TAGS : Stok Daging Sapi Harga Daging Sapi Impor Sapi Kementan Nasrullah Ditjen PKH




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :