Minggu, 28/02/2021 00:53 WIB

WHO Tak Sarankan Bukti Divaksin COVID-19 untuk Perjalanan Internasional

Komite Darurat WHO, yang terdiri dari 19 ahli independen, mengadakan pertemuan keenam dalam setahun karena jumlah kematian global akibat pandemi mencapai dua juta di antara lebih dari 90 juta kasus.

Logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (Foto: Reuters)

Jenewa, Jurnas.com - Komite Darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak menyarankan bukti vaksinasi atau kekebalan virus corona (COVID-19) sebagai syarat perjalanan internasional.

Komite Darurat WHO, yang terdiri dari 19 ahli independen, mengadakan pertemuan keenam dalam setahun karena jumlah kematian global akibat pandemi mencapai dua juta di antara lebih dari 90 juta kasus.

Dilansir dari Reuters, para ahli mengeluarkan sejumlah rekomendasi, yang diterima Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dan dikirim ke 194 negara anggota badan Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB) itu.

"Saat ini, tidak memperkenalkan persyaratan bukti vaksinasi atau imunitas untuk perjalanan internasional sebagai syarat masuk karena masih ada ketidakpastian yang kritis mengenai kemanjuran vaksinasi dalam mengurangi penularan dan terbatasnya ketersediaan vaksin," kata panel WHO.

"Bukti vaksinasi seharusnya tidak mengecualikan pelancong internasional dari mematuhi langkah-langkah pengurangan risiko perjalanan lainnya," tambahnya.

Ketua panel, Didier Houssin mengatakan bahwa saat ini ada perbedaan besar di antara negara-negara tentang pengujian, karantina, dan larangan perjalanan, yang menyebabkan dunia sedikit lumpuh dan sedikit bingung.

"Nasihatnya kepada WHO adalah untuk mengambil langkah tegas untuk menghasilkan pedoman yang jelas dan pedoman berbasis ilmiah tentang cara terbaik untuk memfasilitasi dan mengizinkan sirkulasi orang dengan cara yang aman melalui udara, laut,"  katanya dalam konferensi pers.

Mike Ryan, ahli darurat utama WHO, mengatakan, "Apa yang dikatakan komite adalah saat ini, bukti ilmiah tidak lengkap, tidak ada cukup vaksin dan oleh karena itu kita tidak boleh melakukannya sekarang dan membuat pembatasan yang tidak perlu bepergian."

"Jadi kami berusaha melindungi ruang perjalanan dan memastikan ekonomi tidak sepenuhnya terisolasi," tambahnya.

TAGS : WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus Bukti Divaksin COVID-19




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :