Senin, 18/01/2021 16:54 WIB

Lelang P2APST Tak Transparan, PLN Cuci Tangan ke Anak Perusahaan

PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) sebagai anak perusahaan PT PLN (Persero) masih tetap mengunci pada salah satu teknologi terkait pengadaan Infrastruktur Hardware dan Software P2APST PLN-ICON.

Ilustrasi PT ICON Plus anak Perusahaan PLN

Jakarta, Jurnas.com - PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) sebagai anak perusahaan PT PLN (Persero) masih tetap mengunci pada salah satu teknologi terkait pengadaan Infrastruktur Hardware dan Software Pengelolaan dan Pengawasan Arus Pendapatan Secara Terpusat (P2APST) PLN-ICON.

Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Divisi Sistem dan Teknologi Informasi PLN, Agus Setiawan, tidak memberi penjelasan terkait penguncian terhadap salah satu teknologi tersebut. Ia justru "cuci tangan" kepada ICON. Ia meminta untuk mengkonfirmasi kepada manajemen ICON.

"Silakan menyampaikan kepada manajemen Icon, kalau memang ada hal-hal yang bisa menjadi improvment. Tentunya manajemen Icon akan menanggapinya dengan sebaik-baiknya," kata Agus, ketika dikonfirmasi.

Sementara, Dirut ICON Plus, Yuddy Setyo mengklaim, pengadaan Infrastruktur Hardware dan Software P2APST PLN-ICON sudah menjalankan prosedur sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Untuk pengadaan sudah ada timnya. Tim menjalankan sesuai peraturan yang berlaku dengan sebaik-baiknya, untuk mendapatkan hasil terbaik, tetap berpegang prinsip GCG," kata Yuddy, Jakarta, Kamis (14/1).

Namun, dari infromasi yang dihimpun wartawan, ICON sebagai anak perusahaan PLN masih melakukan penguncian hanya pada salah satu teknologi tertentu.

 
Dimana, penguncian akan berdampak pada biaya pembelian lisensi database dan biaya ATS (biaya garansi data base) yang harus dibayar negara menjadi sangat tinggi. Padahal, masih banyak teknologi canggih yang bisa menurunkan biaya pembelian lisensi database oracle dan ATS data basenya ditekan.

Adapun, penguncian hanya pada salah satu teknologi tersebut menyalahi Undang-Undang (UU) persaingan usaha serta berpotensi merugikan keuangan negara. Sebab, ketika ICON mengunci pada merek dan teknologi tertentu mengakibatkan tidak terbukanya spesifikasi dan beberapa teknologi yang terbaru serta lebih murah tidak bisa masuk.

Sebelumnya, Yuddy Setyo membenarkan adanya penguncian hanya kepada teknologi intel based server terkait penyediaan Infrastruktur Hardware dan Software P2APST PLN-ICON yang nilai proyeknya sekitar Rp200 miliar.

"Ada usulan dibuka supaya tidak hanya Intel, itu kan usulan bagus dan lebih fair, kalau perubahan itu lebih bagus kenapa tidak. Jadi anwizjing itu untuk sesuatu perbaikan," kata Yuddy, ketika dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (8/9).

Setelah ada usulan agar pengadaan itu dibuka tidak hanya kepada teknologi Intel, Yuddy mengklaim, telah menyampaikan kepada jajarannya untuk dibuka dan tender dilakukan secara fair. Menurutnya, perbaikan itu akan dilakukan pada saat anwizjing tahap pertama.

"Jad sudah mengarahkan kepada rekan-rekan dalam diskusi, kalau memang ada usulan lebih bagus dan fair kenapa tidak diikuti, kan begitu kira-kira. Jadi ini sudah saya sampaikan hari Jumat kemarin," klaim Yuddy.

Selain dikunci pada teknologi Intel, penguncian terhadap oracle database diduga juga dilakukan. Dimana, pihak oracle diduga tidak fair. Sebab, saat ini baik di RKS lelang maupun Berita Acara Anwizjing pada 30 Agustus 2020, data base oracle telah diarahkan dan dikunci ke server harus intel x86.

Sehingga, semua peserta harus meminta surat keterangan atau support letter dari oracle. Saat ini, ada informasi bahwa partner yang tidak membahwa Perangkat Kerasnya Exadata (milik oracle), maka partner tersebut tidak diizinkan untuk menjual data base oracle.

Sayangnya, ketika dikonfirmasi pihak oracle belum menjawab terkait dugaan parktek yang menyalahi UU persaingan usaha dan berpotensi merugikan negara tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga saat ini belum ada perubahan atau ademdum dari panitia tender penyediaan Infrastruktur Hardware dan Software P2APST PLN-ICON.

Diketahui, sebelumnya hal-hal yang dikunci adalah, pertama, server harus teknologi intel based server, sehingga menutup peluang ditawarkannya teknologi prosessor yang lebih cepat, lebih baik, dan lebih ekonomis.

Kedua, mendukung teknologi SAN dan NAS, sehingga menutup dan mengunci teknologi user akses kolaborasi terkini untuk dapat berpartisipasi. Dan ini menngunci atau merujuk kepada istilah penamaan, seharusnya merujuk kepada fungsi atau kegunaan.
TAGS : Anak Perusahaan PLN ICON Tender P2APST




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :