Selasa, 09/03/2021 14:00 WIB

Besok, DPR Gelar Voting Lagi untuk Copot Trump

Setidaknya lima anggota dewan dari Partai Republik telah bergabung dalam barisan yang ingin menggulingkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas penyerbuan gedung parlemen Capitol Hill.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (Foto: Tom Brenner/Reuters)

Washington, Jurnas.com - Setidaknya lima anggota dewan dari Partai Republik telah bergabung dalam barisan yang ingin menggulingkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas penyerbuan gedung parlemen Capitol Hill.

Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersiap melakukan pemungutan suara, sebagai percobaan kedua untuk menggulikan Trump selama masa pemerintahannya.

Dengan sisa delapan hari dalam masa jabatan Trump, DPR akan menggelar pemungutan suara pada Kamis (14/1) besok, menuding politisi Partai Republik tersebut menghasut pemberontakan kepada para pengikutnya minggu lalu, sebelum gerombolan pendukung Trump menyerbu Capitol yang menewaskan lima orang.

Upaya pemakzulan ini akan berlanjut pada persidangan di Senat yang didominasi oleh Partai Republik, karenanya belum jelas apakah cukup waktu untuk mengusir Trump.

Partai Demokrat juga membujuk Wakil Presiden AS, Mike Pence, untuk meminta Amandemen ke-25 Konstitusi AS guna menyingkirkan Trump. Usulan ini ditolak Pence.

"Saya tidak percaya bahwa tindakan seperti itu adalah untuk kepentingan terbaik bangsa kita, atau sesuai dengan konstitusi kita," kata Pence dalam suratnya kepada Ketua DPR Nancy Pelosi dikutip dari Reuters pada Rabu (13/1).

Sementara itu, empat anggota dewan Partai Republik mengatakan akan memilih pemakzulan. Anggota DPR Liz Cheney berkata, "Tidak pernah ada pengkhianatan yang lebih besar dari jabatannya dan sumpahnya kepada Konstitusi oleh Presiden Amerika Serikat."

Tiga anggota DPR Republik lainnya, John Katko, Adam Kinzinger, dan Fred Upton memastikan bahwa mereka juga akan memilih pemakzulan.

Para pemimpin Republik di DPR tidak mendesak anggotanya untuk memberikan suara menentang pemakzulan Trump, dan menyebut itu adalah masalah hati nurani individu.

TAGS : Donald Trump Pemakzulan DPR AS Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :