Kamis, 04/03/2021 18:43 WIB

Maroko Kantongi Izin Penggunaan Darurat Vaksin Besutan AstraZeneca dan Universitas Oxford

Negara Afrika Utara, dengan sekitar 35 juta orang, telah mencatat lebih dari 447.000 kasus COVID-19 termasuk 7.618 kematian, menurut hitungan resmi terbaru.

Botol-botol kecil berlabel Vaksin di dekat jarum suntik. ( Foto: Reuters)

Rabat, Jurnas.com - Kementerian Kesehatan Maroko mengatakan sudah mengantongi izin untuk penggunaan darurat vaksin virus corona (COVID-19) yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford.

Negara Afrika Utara, dengan sekitar 35 juta orang, telah mencatat lebih dari 447.000 kasus COVID-19 termasuk 7.618 kematian, menurut hitungan resmi terbaru.

Dilansir dari Arab News, pihak berwenang Maroko mengatakan telah memesan 65 juta dosis vaksin AstraZeneca serta dari perusahaan China, Sinopharm.

Dikatakan persiapan untuk meluncurkan vaksin "sangat maju" tetapi belum memberikan tanggal dimulainya suntikan.

Pihak berwenang memberlakukan kembali jam malam nasional dan langkah-langkah pembatasan lainnya pada 21 Desember dalam upaya untuk memperlambat penyebaran virus.

TAGS : Maroko Afrika Utara AstraZeneca Universitas Oxford




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :