Jum'at, 26/02/2021 22:43 WIB

Februari 2021, Menristek Target GeNose Diproduksi 5.000 Unit

Inovasi karya Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan pada 24 Desember 2020 lalu, dan kini menurut Menristek, sudah siap untuk diproduksi dan didistribusikan ke seluruh Indonesia.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Inovasi dan Riset Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro menargetkan alat deteksi cepat Covid-19, GeNose, diproduksi sebanyak 5.000 unit pada Februari 2021 nanti.

Inovasi karya Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan pada 24 Desember 2020 lalu, dan kini menurut Menristek, sudah siap untuk diproduksi dan didistribusikan ke seluruh Indonesia.

"Saat ini memang sudah ada beberapa rumah sakit yang memakai (GeNose), contohnya Rumah Sakit Bhayangkara di Yogyakarta, Rumah Sakit Karyadi di Semarang, Rumah Sakit Muwardi di Solo, Rumah Sakit UNS, dan juga sudah didukung dengan izin edar dari Kementerian Kesehatan," terang Menristek pada Senin (28/12) dalam konferensi pers virtual.

Menristek menjelaskan, GeNose memiliki keunggulan skrining Covid-19 dalam waktu relatif singkat, yakni hanya sekitar kurang dari lima menit. Selain itu, inovasi yang mendeteksi Covid-19 melalui embusan napas ini juga harganya murah dibandingkan rapid test umumnya.

"berbeda dengan beberapa PCR yang butuh reagen, kelebihannya di sini tidak butuh alat tambahan atau bahan tambahan yang kadang suka sulit didapatkan karena mungkin harus masih harus impor. (Karena itu) biayanya menjadi relatif terjangkau," terang dia.

"(Sementara) untuk harga mesinnya disebutkan Rp62.000.000 dengan sensitivitas mencapai 92 persen dan spesivitas 95 persen," sambung Menteri Bambang.

Lebih lanjut Menristek mengatakan data hasil pemeriksaan melalui GeNose dapat terhubung dengan cloud system yang bisa diakses secara daring, guna membantu proses tracing dan tracking.

"Dan ini juga akan membuat nanti pergerakan-pergerakan besar misalnya di bandara, terminal, stasiun, maupun pusat pertokoan, iven-iven besar, termasuk di kampus, di kantor," tandas dia.

TAGS : GeNose Skrining Covid-19 Menristek Bambang Brodjonegoro




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :