Senin, 08/03/2021 17:05 WIB

HNW: Mahasiswa Muslim Sepatutnya Teladani Ilmu dan Amal Para Ulama Yang Juga Bapak Bangsa Indonesia

Penggunaan ilmu agama secara tepat untuk mencintai tanah air, dan memperjuangkan eksistensi kemerdekaan NKRI pernah dilakukan para ulama dan bapak bangsa.

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW). (Foto: MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW), mengharap, ilmu agama yang diperoleh para mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Dirosat Islamiyah (STID DI) Al Hikmah penting digunakan untuk membuat mereka semakin cinta kepada Umat Bangsa dan masadepan Indonesia.

Sikap yang sama pernah diteladankan oleh para Ulama yang berjihad dan berjuang bersama para Bapak Bangsa lainnya, untuk kemerdekaan Republik Indonesia. Harapan itu disampaikan Hidayat dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bekerja sama dengan STID DI Al Hikmah, Kamis (24/12/2020).

Penggunaan ilmu agama secara tepat untuk mencintai tanah air, dan memperjuangkan eksistensi kemerdekaan NKRI pernah dilakukan para ulama dan bapak bangsa. Seperti, melawan penjajah asing (Belanda maupun Jepang), bahkan dari pemberontakan PKI, DI/TII atau ketika diubah oleh Belanda jadi RIS.

Sebagian dari para pendiri bangsa itu memiliki ilmu agama Islam yang sangat komprehensif, yang dipelajari di pesantren-pesantren di dalam negeri. Seperti K. H. Wahid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, K. H. A Sanusi.

Selain itu ada juga yang melanjutkan belajarnya hingga ke Mekah (Arab Saudi).Seperti KH Hasyim Asyari, K. H. A Dahlan, K. H. Wahab Hasbullah, K. H. Mas Manshur, K. H. Abdul  Halim, H Agus Salim, atau Universitas Al Azhar di Mesir seperti KH Kahar Mudzakkir dan KH Abdul Fatah Hasan.

Selain itu, ada pula yang aktif berjuang melalui Ormas Islam, seperti Muhammadiyah, NU, Persis dan PUI. Namun, ada juga yang berjuang mengamalkan ilmu mereka melalui Partai Politik seperti Partai Syarikat Islam, Partai Islam Indonesia, Partai Masyumi (M Natsir).

“Ilmu agama yang mereka peroleh, membuat mereka semakin peduli dengan nasib Umat dan Bangsa, membuat mereka berani berkompromi, berjuang bersama tokoh-tokoh bangsa dari beragam latar belakang yang berbeda-beda, dan akhirnya menjadi negarawan. Ilmu yang mereka amalkan dan dakwahkan membuat mereka semakin cinta kepada bangsa dan NKRI. Maka mereka juga tak segan untuk aktif menggalang kerja sama dengan kelompok manapun dari beragam latar belakang untuk memperjuangkan dan mempertahankan Indonesia merdeka, dengan Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika nya,” ujarnya.

HNW berharap melalui Sosialisasi Empat pilar, mahasiswa STID DI Al Hikmah dapat mengambil pelajaran, sejarah dari para tokoh-tokoh  tersebut.

“Dari sejarah yang telah ditunjukkan dan diwariskan oleh para Ulama yang juga bapak bangsa itu, saya berharap kita semua bisa mengambil hikmah, untuk melanjutkan perjuangan mereka.  Menjaga warisan mereka, agar  tidak keluar dari cita-cita dan ideologi yang sebenarnya. Supaya  Indonesia dapat kita wariskan kepada generasi berikutnya dengan segala kemajuannya tapi tetap dalam ideologi dan cita-cita yang telah mereka wariskan, yang kami di MPR menyebutnya sebagai 4 Pilar MPRRI,” jelasnya.

HNW menambahkan untuk mencintai dan mensukseskan visi Indonesia kedepan, para mahasiswa perlu mempunyai bekal yang cukup. Yaitu memahami secara utuh sejarah perjuangan bangsa Indonesia, yang di dalamnya ada kontribusi nyata para Ulama baik dari Ormas maupun Orpol.

Serta memahami dengan benar cita-cita dan dasar-dasar bernegara, yakni Pancasila, UUD NRI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. Hal ini sejalan dengan beberapa kaidah yang sering dipelajari dan jadi rujukan di pesantren maupun Perguruan Tinggi Islam, yakni kaidah Al Hukmu ‘alasyaai’i Far’un ‘an Tashawwurihi

“Kaidah itu bermakna hukum, kriteria atau kualifikasi yang kita nyatakan sangat tergantung dengan persepsi dan pemahaman terhadap sesuatu yang kita akan hukumi tersebut. Artinya, pemahaman yang utuh terhadap Indonesia merupakan syarat yang diutamakan untuk membangun persepsi konstruktif bangsa dan Mahasiswa Muslim tentang bagaiamana mestinya mereka mengamalkan ilmu, berbakti dan berjuang untuk Umat Bangsa dan NKRI sebagaimana telah dicontohkan oleh para Ulama yang sekaligus Bapak-Bapak Bangsa tersebut,” tukasnya.

HNW menantang para mahasiswa muslim untuk terus melanjutkan perjuangan para pemuda muslim pendiri bangsa di masa lalu yang telah menciptakan Indonesia merdeka.

“Sekarang yang harus dipikirkan adalah sejarah apa yang ingin kalian buat untuk Indonesia, tentunya tetap dalam koridor yang telah disepakati oleh pendiri bangsa,” pungkasnya.

TAGS : Kinerja MPR Hidayat Nur Wahid Agama Ulama




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :