Senin, 18/01/2021 10:35 WIB

Syarief Hasan: MPR Banyak Dikenal Masyarakat, Hanya Pendalamannya Saja Perlu Ditingkatkan

Mengenal lebih dalam MPR, hati akan semakin dekat dengan nilai-nilai luhur bangsa.

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan. (Foto: MPR)

Cianjur, Jurnas.com - Wakil Ketua MPR Sjarifuddin Hasan, mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia ternyata sudah banyak mengenal tentang lembaga MPR RI, tapi belum sepenuhnya memahami tugas, kewenangan serta kedudukan MPR secara mendalam. Hal itu diketahuinya dari berbagai kesempatan berdialog secara langsung dengan masyarakat di daerah-daerah.

Beberapa hal yang paling banyak diketahui masyarakat adalah mengenai kewenangan merubah dan menetapkan UUD, juga kewenangan melantik serta memberhentikan Presiden RI yang dimiliki MPR.

"Setiap kali saya berikan pertanyaan tentang itu, sebagian besar masyarakat responnya sangat cepat dengan jawaban yang cukup baik. Itu sangat bagus menurut saya," katanya.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara `Temu Tokoh Nasional Bersama Wakil Ketua MPR Syariefuddin Hasan`, di aula Yayasan Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (DTA) As-Syafi`iyah NU, Desa Ciharashas, Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (5/12/2020).

Hadir dalam acara yang mematuhi protokol kesehatan secara ketat itu, Ketua Yayasan As-Syafi`iyah Bubun Burhanudin, Kepala Desa Ciharashas Jakaria, Kapolsek Cilaku Kompol Syafril Lubis, Babinkamtibmas H. Abdul Fatah, Babinsa Budi Budiyanto, tokoh masyarakat Endang Sumitra dan masyarakat sekitar.

Pimpinan MPR yang biasa disapa Syarief Hasan ini kemudian memberikan pemaparan tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI). MPR adalah lembaga tinggi negara yang setara kedudukannya dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti DPR, DPD, Kepresidenan, MA, MK, BPK dan KY.

Susunan keanggotan MPR terdiri dari anggota DPR dan anggota DPD, yang dipimpin oleh seorang Ketua dan sembilan orang Wakil Ketua. Dalam menjalankan kegiatannya, MPR memiliki kewenangan dan tugas yakni antara lain, MPR berwenang mengubah dan menetapkan UUD NRI Tahun 1945, Melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden hasil pemilu. 

MPR juga memiliki tugas yaitu, Memasyarakatkan Ketetapan MPR, Memasyarakatkan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, Mengkaji sistem ketatanegaraan, UUD NRI Tahun 1945 serta pelaksanaannya, Menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan UUD.

Dalam kesempatan itu, Syarief Hasan menegaskan, jika dicermati ada tiga hal istimewa yang perlu diketahui masyarakat tentang MPR. Pertama, walaupun pasca reformasi MPR bukan lagi sebagai lembaga tertinggi negara, namun saat ini MPR memiliki kewenangan tertinggi. Sebab, MPR satu-satunya lembaga yang berwenang merubah dan menetapkan UUD.

Kedua, total Pimpinan MPR ada 10 orang. Sembilan berasal dari partai yakni Golkar, PDIP, PPP, PKB, PKS, PAN, Demokrat, NasDem, Gerindra dan satu pimpinan perwakilan Kelompok DPD, yang merepresentasikan seluruh kepentingan bangsa.

Keistimewaan ketiga, lanjut Syarief Hasan, MPR bertugas melakukan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika  atau Empat Pilar MPR yang sudah dijalankan MPR ke berbagai daerah dengan berbagai metode seperti seminar, FGD, Pagelaran Seni Budaya dan lainnya. 

"Menjadi sangat luarbiasa karena dampak dari sosialisasi ini semakin menguatkan kecintaan seluruh anak bangsa kepada nilai-nilai luhurnya dan itu menjadi modal besar bangsa ini melangkah ke depan menuju indonesia yang hebat," ujarnya.

Melihat betapa pentingnya lembaga MPR dan kaitannya dengan nilai-nilai kebangsaan, Syarief Hasan mengajak seluruh masyarakat untuk terus menambah pengetahuan seputar MPR dari berbagai sumber terpercaya. MPR sendiri, lanjutnya, akan terus aktif melakukan edukasi kepada rakyat. "MPR adalah milik rakyat Indonesia. Mengenal lebih dalam MPR, hati akan semakin dekat dengan nilai-nilai luhur bangsa," ucapnya.

Keputusan Di tangan Rakyat Pilihlah Sesuai Hati

Dalam kesempatan ini Syarief Hasan meminta masyarakat Indonesia dalam menyikapi pesta demokrasi Pilkada Serentak tahun 2020 yang tinggal menghitung hari, untuk menyambutnya dengan penuh harapan.  Sebab, hasil dari pilkada merupakan pilihan rakyat sendiri dan sangat menentukan nasib mereka ke depan.

"Untuk itu, saya ingin agar rakyat Indonesia ikut pilkada dengan semangat dan  gembira. Keputusan ada di tangan rakyat, pilihlah sesuai hati nurani masing-masing mana yang terbaik, bebas sesuai kehendak" katanya.

Syarief Hasan yakin masyarakat Indonesia saat ini cerdas-cerdas dan sudah mengerti calon mana yang baik untuk daerahnya.

"Jadi, saya rasa pemilih sekarang tidak mudah untuk memilih berdasarkan uang atau money politic misalnya.  Bangsa ini dewasa menjalani demokrasi sehingga hal-hal begitu mudah-mudahan tidak ada," singgungnya.

Syarief Hasan juga berpesan, walaupun menyambut pilkada dengan gembira, namun agar selalu diingat saat mengikuti pencoblosan nanti,  masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. "Ikuti saja protokol secara benar maka mudah-mudahan akan aman untuk semua," tambahnya.

Pasca pilkada, lanjut Syarief Hasan, para pemimpin-pemimpin terpilih diharapkan giat melakukan pembangunan di daerahnya masing-masing terutama di desa-desa.  Sehingga ke depan, tidak akan terlihat lagi jalan-jalan desa yang rusak, berlubang yang sangat menyusahkan mobilitas warga.

"Jalan itu penting terutama untuk jalur perekonomian daerah.  Jalan yang bagus dan kuat akan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Apalagi kalau daerah itu potensi wisatanya besar," ujarnya.

Syarief Hasan berharap agar pilkada 2020 berlangsung aman, lancar, tidak ada penyebaran Covid-19 dan mengajak semua warga bangsa untuk menyukseskannya. Dan pada akhirnya rakyat daerah mendapatkan pemimpin yang amanah, bekerja keras demi kemakmuran rakyatnya.

TAGS : Kinerja MPR Syarief Hasan MPR Pilkada




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :