Minggu, 17/01/2021 06:48 WIB

Pompeo Sebut Iran Kebele Ingin Kembali ke Perundingan Pakta Nuklir

Sanksi AS telah melumpuhkan ekonomi Iran tetapi sejauh ini belum mengarah pada pembukaan negosiasi kesepakatan nuklir baru antara Iran dan AS.

Direktur Central Intelligence Agency (CIA), Mike Pompeo (Foto: via Financial Tribune)

Washington, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengatakan, Iran mengisyaratkan kesediaannya kembali ke meja perundingan untuk mendapatkan keringanan sanksi.

Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat sejak 2018, ketika Presiden Donald Trump membatalkan kesepakatan nuklir 2015, dan memulihkan sanksi ekonomi untuk menekan Teheran agar menegosiasikan pembatasan yang lebih ketat pada program nuklirnya, pengembangan rudal balistik, dan dukungan untuk pasukan proksi regional.

Sanksi AS telah melumpuhkan ekonomi Iran tetapi sejauh ini belum mengarah pada pembukaan negosiasi kesepakatan nuklir baru antara Iran dan AS.

Dilansir dari Arab News, dalam pidatonya di IISS Manama Dialogue, KTT keamanan Timur Tengah, Pompeo membela kampanye tekanan maksimum Washington.

"Kami tahu kampanye kami berhasil karena sekarang Iran sangat mengisyaratkan kesediaan mereka untuk kembali ke meja perundingan untuk mendapatkan keringanan sanksi," kata Pompeo.

Pompeo memperingatkan agar tidak bersikap lunak di Teheran.

"Jika mereka datang ke meja, dan hanya bersedia berbicara tentang mematikan beberapa sentrifugal (nuklir) selama beberapa bulan atau beberapa tahun, dunia seharusnya tidak menganggapnya memuaskan. Kita seharusnya tidak memotong negosiasi," katanya.

Presiden terpilih Joe Biden, yang akan menjabat pada 20 Januari, mengatakan dia akan mengembalikan AS ke kesepakatan era Obama jika Iran kembali mematuhi perjanjian tersebut.

Utusan utama AS untuk Iran, Elliott Abrams, membuat komentar serupa pada Kamis (3/12), mengatakan Iran tidak mungkin membalas atas pembunuhan seorang ilmuwan nuklir terkemuka sebelum pelantikan Biden jika hal itu membahayakan pencabutan sanksi di masa depan.

TAGS : Amerika Serikat Mike Pompeo Sanksi AS Iran Sanksi Ekonomi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :