Senin, 18/01/2021 10:53 WIB

BKKBN Dorong Penggunaan Kontrasepsi

Di awal-awal bulan Maret, April dan Mei terjadi penurunan secara siginifikan jumlah akseptor KB

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo memberikan keterangan pers kepada awak media usai memberikan sambutan pada Peringatan Hari Vasektomi Sedunia dan Hari Kesehatan Nasional Tahun 2020 di Kanto BKKBN, Rabu 2 Desember 2020. (Foto: Supiatno: Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengatakan, alat atau obat kontrasepsi memiliki korelasi erat dengan kualitas sumber daya manusia unggul.

Menurut Hasto, terjadi penurunan secara siginifikan jumlah aseptor di tengah pandemi virus corona baru (COVID-19). Karena itu, BKKBN terus mewaspadai dan melakukan antisipasi.

"Di awal-awal bulan Maret, April dan Mei terjadi penurunan secara siginifikan jumlah akseptor KB," ujar Hasto dalam sambutannya pada Peringatan Hari Vasektomi Sedunia dan Hari Kesehatan Nasional Tahun 2020, di Kanto BKKBN, Jakarta, Rabu (2/12).

Menurut Hasto, penurun  jumlah akseptor KB tersebut disebabkan keengganan masyarakat untuk datang ke dokter/bidan praktek swasta, klinik hingga fasilitas kesehatan yang membuka pelayanan KB.

Sebaliknya, ada pula dokter yang mengurangi jumlah pelayanan. Atau tidak membuka praktek sementara waktu. Keadaan ini menyebabkan penurunan jumlah akseptor tidak bisa dihindari.

"Banyak klinik-klinik swasta dengan provider yang sudah cukup berusia menahan diri untuk tidak memberikan layanan seperti sedia kala. Karen itu, ternjadinya penurunan akseptor sudah tidak bisa lagi dipungkiri," ujar Hasto.

Kondisi ini, bagi BKKBN, sangat mengkhawatirkan. Apalagi bila dikaitkan dengan kasus stunting yang saat ini masih tinggi, mencapai 27%. Padahal di 2020 ini target pemerintah turun menjadi 14%.

"Antara spacing dan stunting sangat berkorelasi. Karena itu berikan jarak antar kelahiran yang idelanya tiga tahun lebih," ujar Hasto.

"Kesuksesan menjaga jarak kehamilan, kesuksesan memberikan ASI ekslusif, dan kesuksesan dalam pengendalian kelahiran akan melahirkan sumber daya manusia Indonesia yang maju," sambungnya.

TAGS : Pengguna KB Hastor Wardoyo




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :