Senin, 18/01/2021 11:33 WIB

Moderna Lakukan Tinjauan Bergulir Penggunaan Vaksin COVID-19 di Singapura

Selain Singapura, Moderna mengatakan pihaknya juga telah memulai proses tinjauan bergilir dengan pihak berwenang di Uni Eropa, Kanada, Swiss, Inggris dan Israel.

Menurut ilmuwan Inggris, vaksin Covid-19 baru akan tersedia paling cepat awal tahun depan (Foto: Mirror)

Singapura, Jurnas.com - Perusahaan bioteknologi Amerika Serikat (AS), Moderna sedang melakukan proses peninjauan berguliruntuk kandidat vaksin virus corona baru (COVID-19) dengan Otoritas Ilmu Kesehatan Singapura (HSA).

Pengumuman tersebut mengikuti hasil studi tahap ketiga yang melibatkan sekitar 30.000 peserta di AS, yang menunjukkan bahwa vaksin itu 94,1 persen efektif melawan COVID-19 dan 100 persen efektif dalam mencegah kasus parah.

Tinjauan bergulir mempercepat proses tinjauan dengan mengizinkan pengembang obat atau vaksin untuk mengirimkan bagian dari aplikasi mereka setelah selesai, menurut situs web Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

Selain Singapura, Moderna mengatakan pihaknya juga telah memulai proses tinjauan bergilir dengan pihak berwenang di Uni Eropa, Kanada, Swiss, Inggris dan Israel.

Moderna juga mencari otorisasi penggunaan darurat untuk vaksinnya di AS dan Uni Eropa, dan prakualifikasi atau daftar penggunaan darurat dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Analisis primer yang positif ini menegaskan kemampuan vaksin kami untuk mencegah penyakit COVID-19 dengan kemanjuran 94,1 persen dan yang terpenting, kemampuan untuk mencegah penyakit COVID-19 yang parah," kata CEO Moderna, Stephane Bancel dalam pernyataannya.

"Kami yakin bahwa vaksin kami akan memberikan alat baru dan kuat yang dapat mengubah jalannya pandemi ini dan membantu mencegah penyakit parah, rawat inap, dan kematian," katanya

"Kami akan mengajukan hari ini untuk otorisasi penggunaan darurat dari FDA dan terus maju dengan tinjauan bergulir yang telah dimulai dengan beberapa badan pengatur di seluruh dunia," sambungnya.

Moderna mengatakan pihaknya mengharapkan sekitar 20 juta dosis vaksinnya, yang menggunakan konsep messenger RNA atau mRNA, tersedia di AS pada akhir 2020. Perusahaan tersebut manargetkan produksi 500 juta hingga 1 miliar dosis vaksin secara global pada tahun 2021.

Moderna adalah salah satu dari beberapa pembuat obat yang berlomba untuk mengembangkan vaksin yang aman dan efektif untuk virus corona, yang telah menewaskan lebih dari 1,4 juta orang di seluruh dunia.

Perusahaan farmasi Amerika Arcturus Therapeutics Holdings dan Duke-NUS Medical School juga bersama-sama mengembangkan vaksin COVID-19 yang memulai uji coba pada manusia pada Agustus.

Strategi vaksin Singapura disarankan oleh komite ahli yang terdiri dari ahli penyakit menular, imunologi, dan bidang terkait lainnya.

"Komite ahli akan memanfaatkan keahlian ilmiah dan klinis untuk menilai kandidat vaksin, dan merekomendasikan vaksin yang sesuai digunakan melawan COVID-19 di Singapura ketika tersedia," kata Kementerian Kesehatan dalam mengumumkannya kepada publik bulan lalu. (CNA)

TAGS : Vaksin Amerika Serikat Vaksin Moderna Singapura Asia Tenggara




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :