Selasa, 26/01/2021 16:22 WIB

Aplikasi I-Mofc Berbasis Android Ini Jembatani Petani dan Eksportir

Selama ini, masih banyak petani yang bingung tentang pemasaran dan sulitnya menemukan pasar yang cocok untuk hasil taninya.

Aplikasi I-Mofc ini menjembatani para petani dan eksportir. (Foto: Ditjen Hortikultura)

Jakarta, Jurnas.com - Selama ini, masih banyak petani yang bingung tentang pemasaran dan sulitnya menemukan pasar yang cocok untuk hasil taninya. Hal sebaliknya dialami oleh para eksportir dan konsumen. Mereka juga kesulitan mencari pasokan buah.

Untuk menjembatani permasalah tersebut, Dirketorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan) membuat aplikasi yang memudahkan komunikasi antara petani konsumen dan calon eksportir, yakni Indonesia Map of Fruits Center (I-Mofc).

Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu mendorong gerakan tiga kali ekspor (Gratieks) komoditas pertanian sebagaimana arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

"Yang kami rancang ini sahabat petani meraih pasar. Ini merupakan tindak lanjut program Gratieks. Idenya terinspirasi dari mendengarkan pengalaman para petani yang kebingungan memasarkan hasil tani saat panen raya," kata Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman saat ditemui di kantor Ditjen Hortikultura, Jumat (27/11).

Liferdi menyebutkan, aplikasi sentra buah berbasis android dapat memudahkan pemasaran petani menjadi lebih lancar dan pasti. Selain itu, eksportir hortikultura bisa menjadi lebih yakin untuk mengambil kontrak dengan buyer.

Terdapat banyak fitur di dalamnya yang sangat pas dengan petani dan pelaku usaha milenial. Kaum milenial memiliki akses yang luas dengan dunia luar yang memudahkan untuk menemukan pasar, namun tak terbatas umur saja karena aplikasi ini sangat mudah mengoperasikannya.

I-Mofc yang mengusung slogan "Sahabat Petani Meraih Pasar ini diharapkan mampu membantu petani meraih pasar secara maksimal. Demikian halnya, eksportir dan importir mendapatkan buah yang terbaik dari petani lokal.

"Di dalam aplikasi ini terdapat beberapa menu seperti kawasan mana saja yang sedang panen, lokasi mana saja yang bisa diakses sehingga petani mudah mengakses pasar. Terdapat 14 komoditas buah-buahan yang bisa ditelusuri dan lima menu utama seperti menu registrasi, menu kawasan sentra utama, menu lokasi panen, menu potensi pasar dan menu data ekspor," tambahnya.

Baik petani, pengekspor dan konsumen harus mendaftar di menu registrasi. Dalam menu kawasan sentra utama, terdapat lokasi sentra buah komoditas yang ingin dilihat dan luas tanah, produksi berikut waktu panen.

Di menu perusahaan agrowisata atau menu perusahaan budidaya terdapat muatan lokasi, informasi jadwal panen yang akan selalu di update. Informasinya cukup lengkap mulai dari nama lengkap, tanaman yang ditanam, alamat, hasil panen dan kontak pemilik.

"Bila ada tanaman semusim data yang dimuat tidak hanya saat panen, tetapi petani sudak entry data saat menanam. Dengan demikian akan ada tiga bulan iklan yang dapat dilihat oleh pengunjung aplikasi. Jika tanaman tahunan, petani sudah entry data saat berbunga," jelas Liferdi.

Sementara itu, menu data ekspor memuat data-data mengenai ekspor komoditas buah. Dalam menu potensi pasar terdapat berapa volume impor komoditas pertahun, negara pasar yang paling membutuhkan komoditas yang dibutukan dan data penghasil komoditas terbesar.

Sekretaris Ditjen Hortikultura, Retno Sri Hartati Mulyandari  meyakini ke depan akan banyak penambahan ragam komoditas pada menu entry. Tujuannya tidak lain guna memajukan petani lokal, baik di dalam negeri namun juga merambah pasar ekspor.

"Di dalam map, itu sekali klik terdapat banyak informasi. Di situ akan ada titik temu antara petani dengan pelaku pasar. Ke depan tidak hanya buah-buahan nanti akan dilanjutkan dengan komoditas lainnya," ujarnya.

Sebagai tambahan, untuk mendapatkan aplikasinya bisa langsung mengunjungi link tinyurl.com/imofc kemudian download file imofc_2_1.3.

TAGS : Aplikasi I-Mofc Eksportir Buah Petani Hortikultura Liferdi Lukman Ditjen Hortikultura




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :