Senin, 25/01/2021 08:09 WIB

Kemnaker Umumkan 13 Nominasi Fashion Design Competition 2020

Edy Susanto mengatakan, pandemi Covid membuat dunia berubah, termasuk dunia fashion

Kepala BBPLK Semarang, Jawa Tengah, Edy Susanto (Humas Kemnaker)

Semarang, Jurnas.com – Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan 13 nama yang masuk nominasi Fashion Design Competition 2020 bertemakan "Ethnic During Pandemic". Pengumuman dilakukan secara virtual pada Jumat (27/11/2020). 13 nama tersebut akan dibawa untuk dinilai oleh dewan juri, untuk ditentukan sebagai pemenang.

Fashion design competition Kemnaker 2020 adalah sebuah kompetisi desain fesyen yang bertujuan meningkatkan kreativitas para perancang busana untuk tetap berkarya di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang, Jawa Tengah, Edy Susanto mengatakan, pandemi Covid membuat dunia berubah, termasuk dunia fashion.

“Berbagai acara fesyen banyak dibatalkan, bisnis fashion, usaha mikro dan kecil pun banyak yang terkendala dan sulit bertahan,” kata Edy.

Menurut Edy, terjadinya pandemi Covid-19 seakan mendefinisikan ulang dunia fesyen karena runtuhnya gengsi fesyen itu sendiri. Sebab, ruang pamer fesyen seakan sirna dan agenda dalam kalender fesyen dibatalkan atau ditunda.

Namun, katanya, orang fesyen adalah orang yang kreatif, yang tidak ada matinya. Pada masa adapatasi kebiasaan baru ini yang dibutuhkan adalah inovasi, kreatifitas, kolaborasi, dan adaptasi.

“Perencanaan bisnis fesyen harus dibuat secara matang. Fashion designer harus meninggalkan idealisme dan mulai mewujudkan kebutuhan pasar hingga DNA brand harus berbeda dari yang lain,” ucapnya.

Selain itu, menurutnya, diperlukan pula mengubah strategi bisnis lebih fokus membuat produk fesyen yang dibutuhkan di masa pandemi ini. Desain pun harus bisa dipadupadankan dengan koleksi fesyen yang sudah ada.

Kepala Biro Humas Kemnaker, Soes Hindharno mengatakan, pendaftaran kompetisi ini dimulai dari tanggal 18 Agustus sampai dengan 24 September 2020. Hingga pendaftaran ditutup, total ada 207 karya yang diterima oleh panitia.

Menurut Soes, melalui serangkaian penilaian yang berdasarkan pada lima poin, yakni konsep; konstruksi; saleable; mix and match; dan general look, mengerucutkan menjadi 13 nominasi.

Soes berharap, kompetisi yang diselenggarakan oleh Kemnaker ini dapat membuka akses ke lapangan pekerjaan mandiri dengan produksi massal hasil rancangan dan aksesoris padu-padannya.

Berikut 13 nama yang masuk nominasi Fashion Design Competition Kemnaker 2020:

1. Risfani Rahmawati asal Kebumen Jawa Tengah dengan tema Srikit
2. Maria Tasya Kamilah dari Jakarta Barat, DKI Jakarta dengan tema Pesona
3. Nurillah Wendiasih Sitompul asal Jakarta Barat, DKI Jakarta dengan tema Advitam (Kembali Hidup)
4. Angel fortuna Putri asal Depok, Jawa Barat dengan tema Passura (ukiran)
5. Iqbal Maulana asal Kota Tasikmalaya, Jawa Barat dengan tema The Jawsum (Look Awesome With Indonesian Taste)
6. Annisa Aulia Rachman asal Kota Sorong, Papua Barat dengan tema Lurik Tenun Sumba
7. Irmaniar Dwi Yuliana Putri asal Pamekasan, Jawa Timur dengan Tema Lulos Ethnic
8. Amanda Magdalena asal Bekasi, Jawa Barat dengan tema Terik (Tenun plus Lurik)
9. Sera Syarifah Rahmania asal Pekalongan, Jawa Tengah dengan tema Strate
10. Faroh Luluatul Afidah asal Pati, Jawa Tengah dengan tema Gisik – Pesona Pesisir Jawa
11. Ananda Ulfa asal Bekasi, Jawa Barat dengan tema Majemuk
12. Adecya Jyoti Tejaputri asal Sleman, Yogyakarta dengan tema Hemaprabha Daratri
13. Esti Aryanti asal Prubalingga, Jawa Tengah dengan tema Srikandi

TAGS : Kinerja Menteri Tenaga Kerja Fashion Design




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :