Senin, 18/01/2021 11:10 WIB

Sungai Padang Meluap, Banjir Merendam Ribuan Rumah di Kota Tebingtinggi dan Sergai

Genangan air karena luapan Sungai Padang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, Jumat (27/11).

Akibat meluapnya Sungai Padang, air merendam ribuan rumah warga di Kota Tebingtinggi dan sebagain wilayah Kabupaten Serdang Bedagai. (Foto: Ustoni)

Tebingtinggi, Jurnas.com - Hujan deras yang mengguyur di tiga wilayah yakni Kabupaten Simalungun, Kota Tebingtinggi dan Kabupaten Serdang Bedagai, berdampak pada meluapnya Sungai Padang, pada Jumat (27/11/2020) dini hari. Akibatnya, ribuan rumah warga di Kota Tebingtinggi dan Serdang Bedagai terendam banjir.

Di Kota Tebingtinggi, banjir merendam rumah warga di lima kecamatan. Di Kecamatan Tebingtinggi Kota, sedikitnya 600 rumah warga di Kelurahan Bandar Utama dan Badak Bejuang terendam banjir. Sementara di Kecamatan Rambutan, banjir terjadi di Kelurahan Tanjung Marulak dan Tanjung Marulak Hilir dan merendam sekitar 350 rumah.

Sedangkan di Kecamatan Padang Hulu, banjir terjadi di Kelurahan Lubuk Baru dan Pabatu, merendam sekitar 150 rumah. Di Kecamatan Bajenis banjir terjadi di Kelurahan Bulian dan Pinang Mancung merendam sekitar 500 rumah warga. Sedangkan di Kecamatan Padang Hilir banjir terjadi di Kelurahan Satria merendam sekitar 80 rumah warga.

Selain di wilayah Kota Tebingtinggi, banjir juga terjadi di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai di Kecamatan Tebingtinggi, Desa Kedai Damar di kawasan Pabatu.

Pantauan wartawan, banjir merendam sekolah SMP Negeri 6, kawasan Jalan Amd, Kampung Semut, Jalan Badak dan Jalan Udang, Jalan Tenggiri, Jalan Teri, Jalan Sudirman, Jalan Gabus dan Pajak Inpres, air terlihat menggenangi ruas jalan Sudirman tepatnya di depan RS Sri Pamela, air juga masuk ke teras rumah warga dan lingkungan sekolah.

"Genangan air karena luapan Sungai Padang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, Jumat (27/11),” kata Juni Ginting, Kepala Sekolah SMPN 6 di Jalan Gatot Subroto. Menurutnya, informasi banjir karena meluapnya Sungai Padang dan mulai masuk ke ruangan kelas ia peroleh dari penjaga sekolah.

Sementara itu, J Girsang warga Kebun Pabatu Kabupaten Sergai mengatakan, genangan air di permukiman warga semakin lama semakin tinggi hingga 50 cm. “Luapan air ini semakin naik dikarenakan daerah hulu masih hujan. Dan hal seperti ini sudah biasa dihadapi warga setiap musim penghujan,” ucapnya.

Kepling 1 Kelurahan Sri Padang, Erwan mengaku, ketinggian air yang terjadi di kawasan Jalan Anturmangan mencapai sekitar 60 cm, bahkan di kawasan Kampung Semut air mencapai 1 meter.

Menurutnya, air yang semakin surut di sebagian wilayah di Kota Tebingtinggi menyisakan sampah-sampah mulai terangkat ke badan jalan, dan dibawah jembatan Sungai Padang terlihat tumpukan ranting pohon.

“Sampah yang ada di drainase terangkat, dan banyak tumpukan kayu di jembatan padang, kiranya dinas terkait dapat segera membersihkan jika air sudah surut,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tebingtinggi, Wahid Sitorus mengaku pihaknya masih terus melakukan pendataan korban banjir dan siap mendirikan posko posko disetiap kelurahan, ucapnya.

TAGS : Tebingtinggi Banjir Sungai Padang Juni Ginting




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :