Senin, 18/01/2021 02:57 WIB

Minim Informasi, Korban Kecelakaan Beruntun di Simalungun Minta Kejelasan Ganti Rugi

Kinerja kepolisian menurut saya belum maksimal, karena sampai saat ini pihak kepolisian belum ada menghubungi kami selaku korban.

Yunus Sitompul pemilik Toyota Furtuner korban selamat kecelakaan beruntun di Simalungun. (Foto: Ist)

Simalungun, Jurnas.com - Korban tabrakan beruntun yang terjadi di Jalan Asahan, Km IV, Nagori Dolok Marlawan, Kabupaten Simalungun, mengeluhkan minimnya informasi ganti rugi kerusakan kendaraan yang terjadi.

Lantaran telah sepekan sejak tragedi maut yang melibatkan 11 kendaraan rusak parah dan memakan korban jiwa itu, korban belum ada mendapatkan ihwal nasib kerugian yang dialami.

"Sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak kepolisian dan perusahaan (pemilik truk)," kata Yunus Sitompul saat dikonfirmasi Jurnas.com, kamis (26/11/2020).

Yunus Sitompul merupakan korban selamat pemilik Toyota Fortuner. Namun kondisi mobilnya mengalami kerusakan parah.

"Mobil saya dapat dikatakan hancur 80 persen," kata Sitompul.

Meski pihak kepolisian telah menetapkan seorang sopir truk Mitsubishi Fuso sebagai tersangka sebagai dalang musibah kecelakaan beruntun.

Mewakili korban, Yunus Sitompul menginginkan kepolisian transparan ke korban dan segera memanggil pemilik truk yakni perusahaan PT CSM yang berada di Pekanbaru dan bermitra dengan PT TPL (Toba Pulp Lestari) agar bertanggung jawab sepenuhnya atas kerugian yang dialami.

Apalagi sampai detik ini para pihak yang terlibat sama sekali tidak menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan nasib ganti rugi kerusakan kendaraan korban.

"Kinerja kepolisian menurut saya belum maksimal, karena sampai saat ini pihak kepolisian belum ada menghubungi kami selaku korban," katanya.

Atas semua kerugian yang terjadi, korban Yunus Sitompul pun berharap ada nurani dari pihak yang bertanggungjawab.

"Kami selaku korban materi sangat mengharapkan ganti rugi yang setimpal," ucapnya.

TAGS : Simalungun Kecelakaan Ganti Rugi Yunus Sitompul




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :