Jum'at, 22/01/2021 03:09 WIB

Menristek Percepat Penyusunan Asean Innovation Roadmap

Asean Innovation Roadmap merupakan acuan Committee of Science, Technology and Innovation (COSTI) Asean, yang bertujuan mengimbangi berbagai perubahan cepat Revolusi Industri 4.0.

Pembukaan Asian Innovation Roadmap (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro berkomitmen mempercepat penyusunan Asean Innovation Roadmap.

Asean Innovation Roadmap merupakan acuan Committee of Science, Technology and Innovation (COSTI) Asean, yang bertujuan mengimbangi berbagai perubahan cepat Revolusi Industri 4.0.

Hal itu disampaikan saat membuka Asean Workshop on 4th Industrial Revolution: Artificial Intelligence Implementation in Energy Efficiency, Cyber Security, and Agriculture pada Selasa (24/11). Acara ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam ASEAN COSTI 76 Meeting 2019, tahun sebelumnya di Bali.

"Hasil acara hari ini akan menjadi referensi tindak lanjut proyek menuju penyusunan apa yang disebut ‘Asean Innovation Roadmap’ dan pengembangan ‘Future Regional Concept Paper on Joint Research of Artificial Intelligence in ASEAN’. Untuk mencapai tujuan tersebut, saya percaya program ini akan secara efektif bertujuan untuk mengumpulkan peran kontributif kita untuk mengatasi masalah mendasar tentang keprihatinan perubahan cepat oleh Revolusi Industri 4.0," kata Menteri Bambang.

Menristek/Kepala BRIN mengatakan, era Revolusi Industri 4.0 memengarui berbagai sektor industri dan secara tidak langsung menuntut setiap pihak, baik individu hingga tingkat negara untuk dapat berkompetisi dalam mengikuti perkembangan teknologi. Fenomena ini berpotensi melahirkan ketimpangan antara pihak yang mampu beradaptasi dengan cepat dan pihak yang beradaptasi dengan lambat.

Sementara itu, Indonesia yang merupakan bagian dari ASEAN menjalankan peran aktifnya pada COSTI melalui Kemristek/BRIN.

Salah satu agenda penting ASEAN yang diamanahkan kepada COSTI adalah menghasilkan ASEAN Innovation Roadmap yang akan menjadi acuan tidak hanya bagi COSTI namun juga badan sektor ASEAN lainnya dalam menjalankan tugas dan fungsinya yang berkaitan dengan isu inovasi di era Revolusi Industri 4.0.

"Makna Revolusi Industri 4.0 bagi ASEAN itu harus lugas, yaitu membuat ASEAN melakukan sesuatu dengan lebih baik, lebih cepat, lebih murah, lebih kompetitif di posisi Dunia. Bahwa jika kita bekerja sama dalam optimisme mengembangkan inovasi untuk tujuan bersama, bersama kita akan meninggalkan warisan yang sangat penting untuk dilihat dunia," jelas Menteri Bambang.

Para negara anggota ASEAN COSTI telah bersepakat dan menetapkan komitmen untuk menyusun langkah-langkah guna menyiapkan negara-negara di ASEAN dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan menuju Masyarakat Industri ke-5.

Langkah-langkah tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai indikator kebutuhan bersama yang harus disiapkan menghadapi disruptive technology, identifikasi sektor ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi (IPTEKIN) yang didanai dapat menjawab kebutuhan tersebut dan menetapkan pembagian tugas kepada negara-negara yang akan menjadi country coordinator bidang/sektor yang telah diidentifikasi berdasarkan keunggulan dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing negara.

"Beberapa negara ASEAN ikut mengambil bagian dalam program ini, termasuk Indonesia yang diusulkan memimpin penerapan platform ASEAN AI dalam Bidang Efisiensi Energi, Pertanian, Keamanan Siber, dan Industri Kreatif. ASEAN Workshop on 4th Industrial Revolution: Artificial Intelligence Implementation bertujuan meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat ASEAN atas penggunaan teknologi AI, serta penyebaran informasi dan berbagi praktek implementasi AI di bidang pertanian, keamanan siber dan efisiensi energy," tutur National COSTI Chairman for Indonesia-Sekretaris Menteri Kemenristek/BRIN Mego Pinandito.

Masing-masing negara koordinator ini nantinya akan menyusun concept note yang menjadi acuan tindak lanjut proyek menuju penyusunan ASEAN Innovation Roadmap.

Realisasi dari concept note dapat dilakukan dalam bentuk berbagai program kolaborasi seperti knowledge sharing serta transfer knowledge melalui pelatihan dengan para ekspertis, joint research, transfer technology atau kerja sama lainnya yang dinilai dapat berkontribusi nyata dalam penyusunan ASEAN Innovation Roadmap.

"Ini adalah bentuk kolaborasi dan kerja sama kita bersama anggota ASEAN COSTI demi mewujudkan tujuan bersama. Workshop ini mengundang berbagai narasumber dari berbagai latar belakang, seperti Akedemisi, Pemerintah, Komunitas, dan Industri untuk berbagi ilmu dan perspektif," ujar ASEAN COSTI Chairman Prof. Andy Hor.

Proses tindak lanjut penyusunan concept note pun telah dilakukan Sekretariat Nasional COSTI Indonesia sejak 2019 dan tahun 2020 ini akan dilanjutkan dalam bentuk pelaksanaan workshop ini. Kegiatan ini akan dilakukan dengan melibatkan peserta dari setiap negara anggota ASEAN dipandu oleh ekspertis iptek bidang Pertanian, Keamanan Siber, dan Energi sebagai pemateri.

Mempertimbangkan pandemi Covid-19 saat ini, rangakaian dua hari penyelenggaraan dilakukan kombinasi secara daring dan luring ( hybrid meeting). Turut memberikan sambutan dalam acara pembukaan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi. Menghadirkan 14 orang pembicara dari Indonesia, Malaysia, Jepang, dibantu dengan 6 orang moderator dan 4 orang notulis, serta dihadiri 300 orang peserta dari indonesia, Malaysia, Myanmar, Thailand, Kamboja, dan Filipina.

TAGS : Menristek Bambang Brodjonegoro Asean Innovation Roadmap




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :