Senin, 18/01/2021 10:37 WIB

Wamendag Optimistis EU CEPA Bakal Genjot Ekspor Buah ke Eropa

Jerry Sambuaga optimistis perjanjian dagang Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU CEPA) akan meningkatkan ekspor buah Indonesia ke Eropa.

Buah nanas madu (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga optimistis perjanjian dagang Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU CEPA) akan meningkatkan ekspor buah Indonesia ke Eropa.

Wamendag menyebut Eropa merupakan salah satu pasar besar buah tropis seperti nanas, pisang, dan manggis. Dengan fasilitas pemotongan tarif yang digagas melalui EU-CEPA, diharapkan harga buah tropis asal Indonesia bisa makin merajai pasar Eropa.

"Tadi saya dapat masukan bahwa untuk saat ini buah Indonesia sangat diminati di pasar Eropa. Untuk nenas saja, kita menguasai pangsa pasar lebih dari 25 persen di Eropa. Kita bahkan bisa menang dari pesaing kita seperti Filipina yang tidak dikenakan tarif impor. Indonesia sendiri justru dikenakan tarif impor sebesar 14,9 persen. Dengan EU-CEPA kita bisa sama dengan Filipina, tarif impornya nol persen dan pasti kita akan menguasai lebih banyak pasar di Eropa," kata Jerry saat menerima audiensi pengusaha buah ekspor pada Rabu (25/11).

Berangkat dari data tersebut, Jerry makin termotivasi untuk segera menyelesaikan perundingan EU-CEPA. Bukan hanya buah, keberhasilan perundingan akan mendorong produk-produk barang dan jasa asal Indonesia bisa makin mudah menembus pasar Eropa.

Sebelumnya, EU-CEPA rencananya akan diselesaikan tahun ini, tetapi karena pandemic beberapa ronde perundingan harus tertunda sementara.

Tidak hanya Eropa, lanjut Wamendag, pasar besar buah Indonesia juga potensial di China, Jepang, dan Timur Tengah. China membutuhkan jumlah buah tropis yang sangat besar yang harus ditangkap peluangnya oleh para pengusaha.

"China relatif dekat dengan Indonesia dibanding Eropa. Saat ini mereka lebih banyak mendapat pasokan buah tropis dari negara-negara Amerika Tengah seperti Kosta Rika. Itu peluang yang sangat besar bagi Indonesia. Apalagi sekarang ada RCEP, kita akan dorong terus semua pengusaha, termasuk pengusaha buah ekspor agar bisa memanfaatkan fasilitasi dari hasil RCEP," tambah Jerry.

Pasar lain yang potensial menurut masukan dari para pengusaha adalah Timur Tengah, termasuk Turki dan Iran. Di Turki buah Indonesia masih dikenakan tarif hingga 48 persen.

Sedangkan di Iran, buah Indonesia belum bisa diperdagangkan langsung karena mekanisme blockade yang dilakukan Amerika Serikat. Menanggapi masukan tersebut, Wamendag akan menindaklanjuti dengan memasukkan masukan-masukan pengusaha dalam butir-butir perundingan IT-FTA dan Indonesia-Iran FTA.

"Kita juga sedang melakukan perundingan dengan Turki dan Iran. Keduanya pasar yang sangat besar. Kita berharap bisa cepat menyelesaikannya sehingga para pengusaha kita bisa terbantu," papar dia.

Jerry mengatakan berbagai masukan dari pengusaha sangat penting mengingat mereka akan menjadi ujung tombak dan pelaku langsung dari hasil perundingan dagang, baik bilateral maupun multilateral.

Oleh karena itu, ia akan selalu terbuka menerima masukan dari para pengusaha tentang permasalah riil yang mereka alami. Menurutnya, tujuan ideal dari perundingan dagang sebenarnya bukan hanya menyelesaikan masalah hambatan tarif, tetapi juga hambatan nontarif.

"Jadi perundingan dagang itu tujuan idealnya adalah menciptakan perdagangan yang terbuka dan adil. Jadi yang diselesaikan bukan hanya masalah tarif, tetapi juga non tarif," ujar Jerry.

Hambatan nontarif diketahui memang banyak dijadikan instrumen untuk menghambat perdagangan oleh berbagai negara. Ada berbagai ketentuan yang menyangkut kesehatan, sosiologis, dan lingkungan yang harus dipenuhi.

Karenanya, perundingan dagang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengusaha Indonesia agar bisa memenuhi standar di negara tujuan. Menurut Wamendag, ke depan peningkatan kapasitas ini akan menjadi salah satu prioritas pendampingan Kemendag kepada pengusaha berorientasi ekspor.

TAGS : Wakil Menteri Perdagangan Wamendag Jerry Sambuaga Ekspor Buah Uni Eropa




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :