Kamis, 28/01/2021 06:00 WIB

OTT Menteri Edhy Prabowo, Jokowi Percaya KPK Transparan

Jokowi mengatakan akan menghormati proses hukum yang tengah berjalan di KPK. Ia percaya KPK akan transparan dan terbuka dalam menindak lanjuti proses hukum terhadap pelaku dari praktik rasuah.

Presiden RI Joko Widodo. (Foto : Jurnas/Sekpres).

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menanggapi terkait kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tehadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Jokowi mengatakan akan menghormati proses hukum yang tengah berjalan di KPK. Ia percaya KPK akan transparan dan terbuka dalam menindak lanjuti proses hukum terhadap pelaku dari praktik rasuah.

"Kita menghormati proses hukum yang tengah berjalan di KPK. Saya percaya KPK bekerja transparan, terbuka, dan profesional," kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (25/11).

Jokowi juga mengatakan, pemerintah akan mendukung penuh upaya KPK dalam memberantas korupsi di tanah air.

"Pemerintah konsisten mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi," ujar Jokowi.

Seperti diketahui, KPK melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) telah menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Eddy Prabowo setelah pulang dari Amerika Serikat di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 01.23 dini hari.

Saait ini, KPK telah mengamankan 17 orang terkait OTT tersebut. 17 orang yang diamankan yaitu, Edhy Prabowo, Istri Edhy Iis Rosita Dewi yang merupakan anggota komisi V DPR, beberapa pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan pihak swasta lainnya.

"Jumlah yang diamankan petugas KPK seluruhnya saat ini 17 orang, diantaranya adalah menteri kelautan dan perikanan beserta istri dan beberap pejabat di KKP.
Disamping itu juga bbrp orang pihak swasta," kata Ali Fikri kepada Wartawan, Rabu (25/11).

Ali juga mengatakan, pihaknya turut mengamankan beberapa barang bukti yang diduga terkait tindak pidana korupsi itu dan masih akan melakukan inventarisir.

"Turut diamankan sejumlah barang diantaranya kartu Debit ATM yang diduga terkait dengan tindak pidana korupsi dan saat ini masih diinventarisir oleh tim," ucap Ali.

Dimana, OTT tersebut terkait dengan proses penetapan calon exportir benih lobster.

TAGS : KPK Joko Widodo OTT Edhy Prabowo




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :