Kamis, 21/01/2021 02:18 WIB

TPID Daerah Diminta Siapkan Strategi Antisipasi Gagal Panen Akibat La Nina

Strategi dan antisipasi harus dipersiapkan, termasuk jika ada bencana dan proses distribusi yang terhambat akibat ada longsor atau gangguan alam lainnya.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menghadiri Rakor TPID se-Sumut Tahun 2020, Selasa (24/11), di Mikie Holiday Resort and Hotel Berastagi, Kabupaten Karo. (Foto: Ist)

Medan, Jurnas.com – Fenomena La Nina atau peningkatkan curah hujan secara ekstrem hingga awal tahun mendatang sesuai prediksi Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berisiko menyebabkan gagal panen, terutama untuk komoditas hortikultura dan padi.

Hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi ketersedian pangan dan berdampak pada kenaikan inflasi. Karenanya daerah kabupaten/kota perlu melakukan antisipasi dan menyiapkan strategi ketahanan pangan.

“Ini perlu menjadi salah satu catatan penting dalam pengendalian inflasi kita jelang tahun 2021. Strategi dan antisipasi harus dipersiapkan, termasuk jika ada bencana dan proses distribusi yang terhambat akibat ada longsor atau gangguan alam lainnya".

Demikian dikatakan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, pada Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sumut Tahun 2020, Selasa (24/11), di Mikie Holiday Resort and Hotel Berastagi Kabupaten Karo.

Edy juga menyampaikan agar masing-masing TPID daerah kabupaten/kota menyiapkan strategi kesiapan pangan untuk komoditas-komoditas yang masih defisit di wilayah masing-masing. Khususnya komoditas yang memiliki volatilitas tinggi terhadap inflasi, harus menjadi perhatian utama. Misalnya, cabai merah, bawang merah dan lainnya.

“Ada daerah yang surplus dan ada yang defisit komoditas pangan strategisnya. Kerjasama antar daerah perlu diperkuat untuk membantu daerah-daerah yang masih belum dapat memenuhi kebutuhan secara mandiri, serta sebagai salah satu upaya mewujudkan stabilitas harga,” pesan Edy.

Selain itu, Edy juga mengimbau TPID untuk beralih menuju dunia digital dan memanfaatkan perkembangan teknologi dalam mendukung program ketahanan pangan. Tidak hanya dalam proses penanganan dan pengolahan pertanian, tetapi juga proses pendistribusian. Misalnya, dengan menciptakan aplikasi jual beli produk tani.

“Artinya, kita harus kreatif dan inovatif. Ini yang saya harapkan kita hasilkan dari pertemuan Rakor ini. Masing-masing TPID kabupaten/kota berikan masukan dan ide agar inflasi di wilayah kita selalu terkendali dengan baik, didukung ketersediaan pangan yang cukup dan harga stabil. Bila perlu, kita justru menjadi provinsi yang membantu provinsi lain memenuhi kebutuhan pangannya,” harap Edy.

Sebelumnya, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumut Wiwiek Sisto Widayat menjelaskan, perkembangan ekonomi Sumut pada triwulan III 2020 tercatat -2,60% year on year (yoy). Lebih baik dibanding nasional -3,49% yoy.

Dari sisi permintaan, perbaikan didorong oleh kontraksi impor. Dari sisi penawaran, lapangan usaha (LU) perdagangan dan transportasi tumbuh membaik sejalan dengan masuknya periode adaptasi kebiasaan baru.

“Pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2020 diperkirakan mengalami kontraksi. Pemulihan ekonomi terjadi pada triwulan III seiring dengan fase Adaptasi Kebiasaan Baru ternyata belum optimal mendorong ekonomi. Perbaikan ekonomi di triwulan IV menjadi penentu kinerja ekonomi di tahun 2020. Untuk itu diperlukan upaya ekstra untuk mendorong ekonomi di kuartal terakhir,” tutur Wiwiek.

Mengingatkan arah kebijakan pengendalian inflasi ke depan, Wiwiek menekankan untuk fokus pada 4K yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Berikutnya, memastikan ketersediaan pasokan antar waktu dan mengoptimalkan peluang digitalisasi.

Hadir pada Rakor TPID se-Sumut Tahun 2020 ini anggota TPID kabupaten/kota se-Sumut. Sejumlah kepala dan wakil kepala daerah, Kepala Bulog Sumut Arwakhudin Widiarso, Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi, Asisten Adminitrasi Umum dan Aset Setdaprovsu M Fitriyus, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Irman Oemar dan Kepala Biro Bina Perekonomian Ernita Bangun.

TAGS : Medan La Nina Hortikultura Edy Rahmayadi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :